Hakim Ziyech Ngamuk Urung Beri Gelar Terakhir untuk Ajax

Hakim Ziyech Ngamuk Urung Beri Gelar Terakhir untuk Ajax

Gilabola.com – Hakim Ziyech – pemain yang akan gabung Chelsea musim depan, mengamuk karena ‘gagal’ berikan gelar terakhirnya untuk Ajax.

Gelandang internasional Maroko itu akan tinggalkan Ajax dan gabung the Blues pada musim panas mendatang, setelah ia menyelesaikan kesepakatan pada Februari lalu. Sayangnya, musim terganggu pandemi coronavirus hingga menyebabkan Eredivisie musim ini dibatalkan dan dianggap tak pernah ada.

Kabar ini tentunya sangat mengejutkan bagi Ziyech yang bersiap-siap terbang ke London barat musim depan. Otoritas sepak bola Belanda, KNVB, putuskan untuk batalkan musim ini dan menyatakannya tidak pernah ada. Ajax Amsterdam pun urung dikukuhkan sebagai juara, meski unggul selisih gol atas AZ Alkmaar di puncak klasemen.

KNVB juga putuskan, tidak ada juga promosi maupun degradasi musim ini. Liga Belanda pun dianulir begitu saja musim ini, di saat kompetisi tersisa sembilan pertandingan lagi.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Meski demikian, Hakim Ziyech tetap yakin wabah yang begitu masif saat ini tak akan mempengaruhi transfernya ke Chelsea.

Ziyech akan gabung Chelsea pada 1 Juli mendatang, setelah tim asuhan Frank Lampard itu menyepakati kontrak senilai 37 Juta Poundsterling (sekitar Rp 700 Milyar) dengan Ajax pada Februari lalu – yang membuat playmaker tersebut tetap di Amsterdam selama sisa musim ini.

“Saya sempat tidak bisa percaya soal itu. Saya pikir saya sudah tanda tangani kontrak, dan.. Jadi, ya, pada 1 Juli nanti, saya akan jadi pemain Chelsea. Saya tidak ragu soal itu,” tandas pemain sayap berusia 27 tahun itu kepada AD, seperti dilansir Football.London.

Bintang masa depan The Blues itu mengecam keputusan KNVB untuk tak berikan gelar juara Eredivisie ke-35 yang harusnya diterima Ajax musim ini. Alasannya, timnya saat ini berada di puncak klasemen, terpaut selisih poin dengan AZ Alkmaar dan unggul selisih gol.

“Ayolah, omong kosong apa yang telah saya dengar ini. Lagi pula kami berada di puncak klasemen – semua kisah yang pantas diterima AZ lebih banyak, karena mereka menang dua kali melawan kami,” tambah Hakim Ziyech.

“Jadi perbedaan gol, seperti biasanya, tidak masuk hitungan sekarang? Tentu saja, bagaimana PSV menjadi juara pada 2007? Tepatnya, lewat keunggulan satu gol saja,” tegas Ziyech.

“Bahwa kami bukan juara resmi, yah, tentu saja saya juga lebih suka bertarung untuk memenangkannya di lapangan. Tapi, jika Anda harus memilih satu klub sebagai juara, maka bagi saya, juara itu adalah Ajax,” tegasnya.