Hasil Copa del Rey: Athletic Bilbao, Tim Terbaik Kedua Dalam Sejarah Kompetisi, Jelang Catatkan Sejarah Baru

Gilabola.com – Athletic Bilbao, tim nomor dua terbaik di ajang kompetisi Copa del Rey, masih berada di jalur untuk mencatatkan sejarah sebagai tim pertama yang meraih dua trofi juara Piala Raja Spanyol ini dalam rentang dua minggu saja. Skuad Marcelino itu imbang 1-1 pada leg pertama semi final melawan Levante, Jumat dinihari (12/1).

Juara Copa del Rey sebanyak 23 kali dalam sejarah sepak bola Spanyol, Athletic Bilbao, tertinggal lebih dulu oleh gol Gonzalo Melero pada menit 26 pertandingan di Estadio San Mames pada Jumat dinihari ini. Anda bisa melihat adegan gol Levante itu pada foto di atas. Namun Inigo Martinez kemudian berhasil membalaskannya pada awal separuh kedua permainan dengan melompat paling tinggi menyambut sepak pojok Iker Muniain.

Final kompetisi musim 2019/2020 antara Bilbao vs Real Sociedad yang seharusnya berlangsung setahun silam tertunda akibat krisis kesehatan saat ini dan akan dimainkan pada awal April 2021 mendatang. Selang dua minggu kemudian final kompetisi untuk musim 2020/2021 akan dimainkan. Jadi jika skuad Marcelino Garcia bisa memenangkan final pertama dan kemudian lolos ke final dan memenangkan partai puncak kedua Copa del Rey maka mereka akan menjadi tim pertama Spanyol yang meraih dua Piala Raja Spanyol dalam selisih 14 hari satu sama lain, meski pun jadwal aneh ini terjadi di luar keinginan mereka.

Advertisement
QQCepat
QQCepat

Athletic Bilbao masih dalam jalur untuk memenangkan piala tahun ini setelah tim terbaik nomor satu di ajang Copa del Rey, Barcelona, kalah 2-0 di Sevilla pada hari Kamis (11/2) kemarin. Barcelona sudah memenangkan piala ini sebanyak 30 kali dalam sejarah kompetisi tersebut. Barca terakhir kali memenangkannya dalam empat musim beruntun antara 2015 sampai 2018, menang secara berturut-turut atas Bilbao, Sevilla, Alaves dan terakhir kali Sevilla kembali.

Athletic Bilbao vs Levante Seimbang Tapi Los Leones Unggul

Pertandingan di Estadio San Mames ini berlangsung kurang lebih seimbang dengan tim tamu Levante justru lebih dominan dalam penguasaan bola (48:52) tapi kalah dalam semua aspek sisanya, kalah dalam peluang gol (15:2), kalah tembakan tepat sasaran (7:1) dan percobaan serangan yang meleset (5:0).

Klub bertajuk Geatotas atau si Kodok itu akan merasa berutang pada kiper mereka, Daniel Cardenas, yang melakukan setidaknya enam penyelamatan dalam 90 menit pertandingan untuk mencegah skuadnya kebobolan lebih banyak dari barisan depan los Leones. Levante adalah tim yang saat ini tengah duduk pada posisi 9 di klasemen La Liga, jauh lebih baik daripada tiga musim sebelumnya, meraih posisi berturut-turut pada ranking 15, 15, dan 12 pada akhir musim.

Dalam perjalanan ke semi final turnamen tahun ini, The Frogs menang atas Villarreal di perempat final dengan skor 1-0 melalui babak extra time, dengan sebelumnya menang 2-4 di Real Valladolid pada babak 16 besar, usai menang adu penalti di Fuelanbrada pada putaran 32 besar. Sementara itu skuad Marcelino menaklukkan UD Ibiza pada 32 besar, mengalahkan Alcoyano (pembunuh Real Madrid) dengan skor 1-2 pada 16 besar dan menghentikan perlawanan Real Betis dengan adu penalti pada perempat final.

Tidak ada gol lagi. Hasil Copa del Rey leg pertama semi final di kandang Athletic Bilbao ini usai dengan skor 1-1. Masih akan ada leg kedua di Ciutat de Valencia pada awal Maret 2021 guna menentukan tim yang akan lolos ke final pada pertengahan April 2021 nanti. Masih ada 90 menit dan segala kemungkinan masih bisa terjadi. Tapi Marcelino Garcia akan berusaha mencatatkan namanya dalam buku sejarah sepak bola Spanyol dengan tiga trofi dalam empat bulan setelah memenangkan Piala Super Spanyol bulan Januari lalu dengan mengalahkan Barcelona 3-2.