Gilabola.com – Pada dini hari tanggal 3 April, Barcelona meraih kemenangan 1-0 atas Atletico Madrid dalam laga semifinal leg kedua Copa del Rey, memastikan diri melaju ke final setelah bermain imbang dramatis 4-4 di leg pertama.
Dengan kemenangan ini, Barcelona semakin mengukuhkan statusnya sebagai klub tersukses dalam sejarah Copa del Rey, dengan total 43 kali mencapai final. Klub asal Catalonia ini juga memegang rekor juara terbanyak dengan 31 gelar.
Sementara itu, Atletico Madrid hampir dipastikan akan mengakhiri musim ini tanpa trofi. Mereka sudah tersingkir dari Liga Champions dan Copa del Rey, sementara di La Liga, mereka tertinggal 9 poin dari Barcelona, sehingga peluang untuk bersaing dalam perebutan gelar semakin menipis.
Di final, tim asuhan Hansi Flick akan menghadapi Real Madrid. Ini akan menjadi pertama kalinya dalam 11 tahun terakhir El Clasico terjadi di final Copa del Rey. Laga penentuan gelar ini akan digelar pada 26 April di Seville.
Jalannya Pertandingan
Berbeda dengan pertemuan pertama yang penuh gol, Atletico Madrid tampil jauh lebih inferior saat bermain di kandang sendiri. Pada babak pertama, tim asuhan Diego Simeone hanya mampu menguasai bola 31% dan membiarkan Barcelona mendominasi dengan 10 tembakan ke gawang mereka.
Lamine Yamal kembali menjadi pemain kunci bagi Barca. Pemain muda berbakat ini terus menekan pertahanan tuan rumah dan akhirnya menciptakan momen ajaib dengan umpan terobosannya yang membelah lini belakang Atletico. Ferran Torres memanfaatkan peluang tersebut dengan baik dan mencetak gol pada menit ke-25.
Atletico Madrid gagal menciptakan banyak peluang di babak pertama. Satu-satunya kesempatan emas mereka datang dari sundulan Robin Le Normand pada menit ke-34, tetapi bola masih melenceng dari gawang Barcelona.
Memasuki babak kedua, Atletico mencoba meningkatkan intensitas serangan. Masuknya Alexander Sorloth memberikan ancaman baru bagi pertahanan Barcelona berkat pergerakannya yang lincah dan penempatan posisi yang cerdas.
Pada menit ke-52, Sorloth memiliki peluang emas saat berhadapan satu lawan satu dengan kiper Barcelona, tetapi ia gagal menyelesaikannya dengan baik. Menit ke-69, penyerang asal Norwegia itu sempat mencetak gol dan merayakannya dengan penuh semangat, namun VAR dengan teknologi offside semi-otomatis membatalkan gol tersebut, membuat para pendukung tuan rumah kecewa.
Setelah momen nyaris kebobolan itu, Barcelona kembali mengatur permainan dengan penguasaan bola yang lebih tenang di lini tengah. Atletico tidak mampu menciptakan peluang berbahaya hingga peluit akhir berbunyi. Barcelona pun keluar sebagai pemenang dengan keunggulan tipis 1-0.
Menanti El Clasico di Final
Dengan kemenangan ini, Barcelona akan berhadapan dengan Real Madrid di final Copa del Rey pada 26 April. Ini akan menjadi pertemuan pertama kedua raksasa Spanyol di final kompetisi ini sejak 2013, menjanjikan pertarungan sengit yang akan menjadi salah satu laga paling dinantikan tahun ini di Seville.