Gilabola.com – Barcelona menang 3-2 atas Real Madrid dalam laga El Clasico final Piala Super Spanyol yang berlangsung di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, setelah duel sengit penuh drama, lima gol, dan satu kartu merah.
Barcelona langsung mengambil inisiatif sejak kick-off dan tampil dominan di awal pertandingan. Penguasaan bola mereka sangat tinggi, bahkan sempat menyentuh angka 80 persen, membuat Real Madrid lebih banyak bertahan dan kesulitan membangun alur permainan.
Barcelona Menguasai Awal, Madrid Bertahan
Sejak menit-menit pertama, Barcelona tampil agresif dengan pressing tinggi. Kombinasi permainan dari lini tengah membuat Real Madrid beberapa kali kehilangan bola sebelum masuk ke area berbahaya.
Peluang terbaik Madrid di awal laga datang lewat Vinicius Junior pada menit ke-12. Ia berhasil lolos dari pengawalan dan masuk ke kotak penalti, namun penyelesaian akhirnya masih bisa dibaca kiper Barcelona.
Barcelona terus menekan. Raphinha dan Lamine Yamal aktif menyerang dari sisi sayap. Peluang emas datang pada menit ke-33 ketika Raphinha menerima umpan cantik dari Yamal, tetapi sepakan sang winger justru melenceng jauh dari sasaran.
Raphinha Pecah Kebuntuan, Balasan Cepat Madrid
Satu menit berselang, Raphinha menebus kesalahannya. Ia menerima umpan silang dari sisi kanan, mengecoh lawan, lalu melepaskan tembakan terukur ke sudut jauh gawang untuk membawa Barcelona unggul 1-0.
Madrid tak tinggal diam. Vinicius Junior kembali menjadi pembeda pada menit ke-43. Lewat aksi individu luar biasa, ia menusuk dari sisi kiri, melewati beberapa pemain, lalu melepaskan tembakan akurat ke tiang jauh. Skor kembali imbang 1-1.
Drama belum berhenti. Di masa injury time babak pertama, Robert Lewandowski membawa Barcelona unggul lagi setelah menerima through pass dari Pedri dan menaklukkan kiper dengan chip cerdik. Namun Real Madrid langsung membalas lewat situasi sepak pojok. Gonzalo menyambar bola liar di kotak penalti untuk menyamakan skor menjadi 2-2 sebelum turun minum.
Babak Kedua Memanas, Raphinha Jadi Penentu
Memasuki babak kedua, tempo permainan semakin meningkat. Kedua tim saling menyerang, dengan Vinicius kembali menjadi ancaman utama Madrid. Barcelona melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Dani Olmo dan Ferran Torres untuk menjaga intensitas.
Gol penentu akhirnya tercipta pada menit ke-70. Raphinha mencetak gol keduanya setelah tembakannya membentur pemain lawan dan mengecoh kiper Real Madrid. Gol ini datang di tengah tekanan Madrid, namun justru membawa Barcelona kembali unggul 3-2.
Madrid mencoba merespons dengan memasukkan sejumlah pemain ofensif, termasuk Kylian Mbappe. Tekanan demi tekanan dilancarkan ke pertahanan Barcelona yang mulai bertahan lebih dalam.
Ketegangan mencapai puncaknya ketika Frenkie de Jong menerima kartu merah akibat tekel keras terhadap Mbappe. Barcelona harus bertahan dengan sepuluh pemain di sisa waktu pertandingan.
Meski begitu, Barcelona mampu menjaga keunggulan hingga peluit akhir dibunyikan. Peluang emas sempat didapat Marcus Rashford di menit akhir, namun gagal dimaksimalkan. El Clasico di Piala Super Spanyol antara Barcelona vs Real Madrid berakhir dengan skor 3-2. Barca juara!
Analisa
El Clasico selalu mampu menghadirkan drama di luar nalar. Barcelona memang dominan secara permainan, tetapi Real Madrid tetap berbahaya kapan saja. Raphinha layak mendapat sorotan utama, bukan hanya karena dua golnya, melainkan juga karena keberaniannya mengambil tanggung jawab di momen krusial.
Kemenangan ini terasa penting bagi Barcelona, bukan hanya sebagai gelar, tetapi juga sebagai suntikan kepercayaan diri dalam duel besar tahun ini.

