Hasil Pemenang Trophée Yachine Pada Acara Ballon d’Or Tadi Malam

Penjaga gawang yang memenangkan penghargaan pemain terbaik saat Piala Eropa 2020 lalu, terpilih sebagai pemenang Yashin Trophy pada acara pemberian penghargaan Ballon d’Or tadi malam di kota Paris.

Gianluigi Donnarumma meninggalkan AC Milan dan pindah ke Paris Saint-Germain pada musim panas 2021, serta sempat mengeluhkan menit bermain yang kurang karena masih adanya kiper utama Keylor Navas. Tapi kiper Italia itu boleh melupakan sejenak keluh-kesahnya setelah terpilih sebagai kiper terbaik 2021.

Donnarumma juga menduduki urutan ke-10 dalam daftar finalis Ballon d’Or 2021 yang akan diumumkan beberapa menit lagi.

Advertisement
KaikoSlot
KaikoSlot
TOTOBET
TOTOBET
GITARTOGEL
GITARTOGEL

Yashin Trophy, atau Trophée Yachine dalam bahasa Perancis, adalah penghargaan yang diberikan setiap tahun oleh majalah France Football kepada kiper dengan performa terbaik dalam tahun kalender itu.

Penghargaan ini diambil dari nama kiper Rusia (dulu Uni Soviet) Lev Yashin, satu-satunya kiper dalam sejarah yang pernah memenangkan penghargaan Ballon d’Or.

Pemenang untuk penghargaan ini pada 2021 dilakukan oleh para mantan pemenang Ballon d’Or. Penghargaan ini mulai diberikan pada tahun 2019, dengan kiper Liverpool Alisson Becker menjadi pemenang pertamanya. Sama seperti Ballon d’Or dan Kopa Trophy, pemberian penghargaan pada tahun 2020 dibatalkan karena krisis kesehatan.

Finalis Penghargaan Yashin Award:

  • Gianluigi Donnarumma, AC Milan/PSG, Italia
  • Ederson, Manchester City, Brasil
  • Kasper Schmeichel, Leicester City, Denmark
  • Edouard Mendy, Chelsea, Senegal
  • Thibaut Courtois, Real Madrid, Belgia
  • Keylor Navas, PSG, Kosta Rika
  • Emiliano Martinez, Aston Villa, Argentina
  • Manuel Neuer, Bayern Munchen, Jerman
  • Jan Oblak, Atletico Madrid, Slovenia
  • Samir Handanovic, Inter, Slovenia

Lev Yashin Meninggal Dalam Kesedihan

Prestasi terbaik yang pernah diraih Yashin di Piala Dunia adalah ranking keempat pada turnamen yang diselenggarakan dan dimenangkan Inggris pada tahun 1966. Faktanya, meskipun menerima penghargaan individu paling bergengsi, hasil Piala Dunia yang buruk hampir mengakhiri karir Yashin sebelum waktunya.

Pada tahun 1962, Uni Soviet tersingkir di perempat final, dikalahkan 2-1 oleh tuan rumah Chile. Yashin, yang saat itu berusia 32 tahun, tidak tampil maksimal. Dua gol yang sebenarnya bisa diselamatkan olehnya, berkontribusi pada kegagalan Uni Soviet dan laporan menyebutnya sebagai kambing hitam.

Ketika tim kembali dari Amerika Selatan, para pendukung yang marah menyambut mereka di bandara. Ada poster-poster bertuliskan “Yashin saatnya pensiun” dan “Waktunya untuk pensiun”.

Jendela-jendela rumah Yashin dipecahkan oleh massa yang marah, pesan-pesan hinaan dan ancaman tertinggal di mobilnya, surat-surat ancaman masuk melalui pos. Dia menyebut hari-hari usai kegagalan itu sebagai “periode paling pahit dalam kehidupan sepakbola saya.”

Lev Yashin meninggal dunia pada tahun 1990, pada usia 60 tahun, hanya satu tahun sebelum bubarnya Uni Soviet.

AHABET
INDOTOGEL
AHABET
INDOTOGEL
BANDARTOGEL77
TEXASPOKERCC
JAYAPOKER
HKINDO

Gilabola.com menyajikan informasi terkini dengan gaya bahasa ringan yang mudah dipahami dan update terbaru dari kompetisi Eropa dan internasional. Kunjungi juga channel Youtube resmi kami di @gilabolanews dan @gilabolastory

SebelumnyaHasil Kopa Trophy 2021: Gelandang Muda 21 Tahun Barcelona Pemenangnya
SelanjutnyaHasil Ballon d’Or 2021: Lionel Messi Menang Ketujuh Kalinya, Kalahkan Jorginho dan Lewandowski