Hasil Senegal vs Aljazair 0-1, Nyaris Terjadi Perkelahian Massal

Hasil Senegal vs Aljazair 0-1, Nyaris Terjadi Perkelahian Massal

Hasil Senegal vs Aljazair pada final Piala Afrika hari Sabtu (20/7) usai 0-1. Nyaris terjadi perkelahian massal saat turun minum dan bubaran.

Ini seperti pengulangan laga Liverpool vs Manchester City dengan Sadio Mane dan Riyad Mahrez menjadi kapten tim mereka masing-masing. Namun sang Rubah Gurun lebih beruntung mampu mencetak gol saat pertandingan di Cairo International Stadium ini belum lagi menginjak menit kedua.

Dalam sebuah serangan pertama Aljazair pada pertandingan tadi malam, pemain Senegal Cheikhou Kouyate ragu-ragu dan membiarkan bola sampai ke Baghdad Bounedjah, yang kemudian memotong ke tengah dan melepaskan tendangan dari luar kotak penalti. Ada Salif Sane di sana yang memblokir bola tapi si bundar melambung dan malah mengecoh kiper Alfred Gomis yang terdiam menyangka bola out, hanya untuk menyaksikan jala gawangnya bergetar. Skor pun berubah 0-1 pada menit kedua itu.

Hasil Senegal vs Aljazair 0-1, Nyaris Terjadi Perkelahian Massal

Advertisement
advertisement
advertisement
DepoToto
DepoToto

Gol tadi terasa sangat mendadak. Para penonton nonton bareng di ibukota Aljazair, Algiers, saja bahkan belum seluruhnya sempat duduk saat gol terjadi dan keriuhan sorak-sorai muncul.

Hasil Senegal vs Aljazair 0-1, Nyaris Terjadi Perkelahian Massal

Tidak ada peluang emas lain yang layak dilaporkan di sisa babak pertama, dengan Senegal menaikkan tempo dan berjuang keras menyamakan skor sepanjang menit-menit akhir babak pertama. Tapi gagal. Skor 0-1 saat turun minum dan pemain cadangan kedua tim saling dorong saat Starting XI Senegal vs Aljazair berjalan ke kamar ganti.

Sisa babak pertama final Piala Afrika ini boleh dibilang berlangsung menyedihkan. Banyak aksi teater pura-pura jatuh demi mencari kartu kuning atau tendangan bebas. Pemain kedua kesebelasan juga mendadak jadi baper dan dikit-dikit marah. Menyedihkan. Tak layak disebut partai final sebuah kompetisi setingkat benua.

Sebenarnya ada peluang emas bagi Senegal untuk menyamakan skor 1-1 pada menit 60 setelah Adlene Guedioura handball dalam menghalangi satu serangan oleh Ismaila Sarr. Wasit sudah menunjuk titik putih, tapi setelah beberapa menit nonton tayangan VAR di pinggir lapangan, ia membatalkan keputusan penalti tadi. Sebuah kekecewaan besar untuk Sadio Mane dan kawan-kawan.

Tidak ada gol lagi. Senegal mengambil alih semua dominasi bola sepanjang paruh kedua partai final Piala Afrika 2019 ini dengan 62%, melepaskan tiga tembakan on target dan enam percobaan serangan. Tanpa gol. Bandingkanlah itu dengan Rubah Gurun yang namanya seram tapi hanya melepaskan satu, ya satu, shot on target, yaitu gol menit kedua tadi. Mereka bermain bertahan dan sama sekali tidak mencoba melakukan serangan sepanjang sisa 88 menit.

Hasil Senegal vs Aljazair di final Piala Afrika 2019 usai 0-1 setelah enam menit injury time diberikan wasit. Dengan hasil ini maka Desert Fox meraih gelar juara Afrika untuk kali kedua dalam sejarah.