Hati-hati, Cetak Gol Bunuh Diri dan Buang Angin di Ruang Ganti Bisa Didepak di Lyon

Lyon blak-blakan soal penyebab dipecatnya bek asal Brasil, Marcelo, musim lalu.

Gila Bola – Klub Ligue 1 itu secara terus-terang menyatakan bahwa mereka telah memecat bek tengah berusia 34 tahun itu karena ia telah buang angin di ruang ganti dan menjadikannya sebagai bahan guyonan dengan rekan-rekan satu timnya.

Sebuah laporan baru di L’Equipe, seperti yang dilansir Daily Mail, mengangkat kekacauan yang terjadi di klub itu selama beberapa tahun terakhir, baik di dalam maupun luar lapangan, dan jelaskan beberapa detil masalah yang mencengangkan.

Salah satu situasi yang paling aneh terjadi pada bek asal Brasil, Marcelo, yang secara misterius dicoret dari skuad utama tim asuhan Peter Bosz itu pada bulan Agustus 2021, sebelum akhirnya tinggalkan Lyon beberapa bulan kemudian.

Advertisement
KaikoSlot
KaikoSlot
TOTOBET
TOTOBET
GITARTOGEL
GITARTOGEL

Sekarang diberitakan, kepergian Marcelo tahun lalu dipicu oleh perut kembung yang dialaminya di ruang ganti – yang kemudian disusul dengan tawa lebarnya bersama rekan-rekan satu timnya, karena Marcelo tak bisa lagi menahan untuk tak buang angin dan menimbulkan suara yang membuat mereka cekikikan.

Rupanya hal yang semula dianggap remeh ini telah membuat para petinggi klub merasa terganggu, sementara kondisi klub di lapangan saat itu juga tengah berada dalam kesulitan.

Tepatnya, insiden itu terjadi menyusul kekalahan 3-0 yang dialami Lyon di kandang Angers – sebuah tim yang semula diperkirakan bisa mereka kalahkan. Apalagi di laga itu Marcelo pun mencetak gol bunuh diri.

Saat itu, Peter Bosz baru saja melatih selama beberapa bulan, sementara direktur olah raga Juninho mulai lelah dengan prestasi tim – sebuah kondisi yang akhirnya membuat ia mengundurkan diri di musim dingin sekitar lima bulan kemudian.

Akibat ‘ulahnya’ itu, Marcelo akhirnya dicoret dari daftar skuad utama. Namun, ketika itu, tak disebutkan detil penyebabnya.

Setelah bek tengah berusia 34 tahun itu meninggalkan Lyon pada bulan Januari tahun ini – di mana dia bergabung dengan klub Ligue 1 lainnya, Bordeaux. Saat ini, Marcelo ikut berjuang menyelamatkan klub itu dari jurang degradasi. Di posisi juru kunci Ligue 1, Bordeaux berada empat poin di bawah posisi playoff degradasi Liga Prancis – atau tujuh poin di bawah zona aman, dan hanya menyisakan dua pertandingan lagi di musim ini.

AHABET
AHABET
INDOTOGEL
INDOTOGEL