Indonesia 2-1 Iran, Seharusnya Bisa Gol Lebih Banyak

Indonesia 2-1 Iran, Seharusnya Bisa Gol Lebih Banyak

Indonesia 2-1 Iran hari Sabtu (16/11) dengan kita seharusnya mampu mencetak lebih banyak gol di Stadion Pakansari Bogor.

Timnas Indonesia U23 berhasil menang 2-1 atas Iran U23 pada laga persahabatan Sabtu petang di Stadion Pakansari Bogor setelah tim tamu terlihat lebih berbahaya selama babak pertama, melepaskan lebih banyak tembakan on target. Namun tim Garuda Muda berhasil mengimbangi Iran pada paruh kedua saat para pemain negara Persia itu terlihat kelelahan dan kepanasan. Gol kemenangan dicetak Egy Maulana Vikri pada menit-menit akhir.

Skor masih terjaga 1-1 pada akhir babak pertama setelah Indonesia unggul lebih dulu melalui Muhammad Rafli sebelum disamakan oleh pemain Iran selang beberapa menit kemudian pada 45 menit pertama.

Ini merupakan pertemuan kedua Indonesia lawan Iran setelah tiga hari silam keduanya bertarung di kandang Bali United dan pertandingan saat itu usai dengan skor 1-1. Kali ini Garuda Muda bermain sedikit lebih agresif dibandingkan saat di Bali di mana mereka lebih suka bertahan sebelum menyerang dari serangan-serangan balik.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Gol Indonesia berawal dari sebuah kesalahan kiper Meraj Esmaeili pada menit 32 yang maju terlalu jauh dari gawangnya untuk membersihkan bola di luar kotak. Seharusnya itu dihukum penalti karena ia sudah berada di luar kotak, tapi wasit membiarkan karena segera setelah itu bola berada di bawah giringan pemain kita, Muhammad Rafli. Ia menghindar dari hadangan kiper Iran dan menembak dari sudut agak sempit. Gol! 1-0!

Namun hanya selisih lima menit kemudian Iran berhasil membalaskan skor 1-1 dari titik penalti. Wasit menghadiahkan tendangan 12 pas setelah Feby Eka Putra menjatuhkan Younes Delfi di dalam kotak. Dengan tenang Reza Shekari sebagai eksekutor mengarahkan bola ke sisi kanan gawang, jauh dari jangkauan kiper Nadeo Argawinata.

Kita beruntung tak kebobolan lebih banyak gol dengan lawan mencatatkan dua serangan berbahaya selama babak pertama. Tidak ada gol lagi. Indonesia 1-1 Iran pada akhir babak pertama.

Babak Kedua Indonesia U23 vs Iran U23

Apa yang mencolok dari babak kedua adalah permainan lebih keras diterapkan oleh tim tamu. Sedikitnya dua kali ada sedikit konflik pemain kedua kubu pada menit-menit awal paruh kedua. Peluang emas terbaik untuk Indonesia terjadi pada menit 53 saat sebuah tembakan pemain tim merah melayang tipis di sisi kanan gawang Meraj Esmaeili. Sayang sekali gagal menjadi gol.

Pada menit 57 pertengahan babak kedua bola sempat bersarang di gawang kita, namun beruntung sudah didahului pelanggaran. Tak satu pun pemain kita terlihat mengawal pemain Iran yang menyundul bola tersebut.

Pada menit 68 hampir saja kita menjauhkan keunggulan menjadi 2-1 setelah Muhammad Rafli berhasil mencuri bola dari seorang pemain Iran yang tengah coba mengamankan bola sedikit di luar kotak. Dengan gerak cepat ia menembak ke gawang lawan tapi sayang terlalu tinggi.

Sebelum menit 77 Egy Maulana Vikri yang tadi masuk pada pergantian babak dua kali memperoleh kesempatan untuk menembak ke gawang lawan tapi keduanya gagal menjadi gol. Akhirnya pemain yang merumput di Polandia itu mencetak gol kemenangan Garuda Muda setelah permainan satu-dua di dalam kotak dan umpan matang disambar Egy yang menusuk tanpa pengawalan. Gawang Iran bergetar dan Indonesia 2-1 Iran. Tidak ada gol lagi setelah itu meski pada menit 90 Firza Andika mengorbankan diri dengan membiarkan perutnya dihantam bola hasil tendangan keras pemain lawan. Ia digotong keluar lapangan dan selama tiga menit berikutnya anak-anak kita mati-matian mempertahankan skor 2-1.

Susunan Pemain Indonesia U23 vs Iran U23

INDONESIA U23 (4-3-3): Nadeo Argawinata; Muhammad Rifad, Nurhidayat Haji Haris, Bagas Adi, Firza Andika; Rachmat Irianto, Sani Rizki, Syahrian Abimanyu; Witan Sulaiman, Muhammad Rafli, Feby Eka Putra.

IRAN U23 (4-4-2): Meraj Esmaeili; Mohammad Moslemipour, Aref Gholami, ALireza Arta, Aref Aghasi; Mohammad Mehdi Mehdikhani, Omid Nor Afkan, Younes Delfi; Reza Shekari Ghezelghayeh, Saeyed Allahyar, Ali Shojaei.