Inter Maupun Juventus Malas-malasan Jalani Supercoppa Italiana, Nanti Malam

Baik Inter maupun Juventus sama-sama tidak ingin Piala Super Italia dilangsungkan pada 13 Januari 2021 ini. Mereka berdua mendesak laga Supercoppa Italiana ini ditunda ke akhir musim 2021/22.

Ada tiga alasan untuk itu. Pertama, kedua tim sama-sama khawatir dengan penyebaran varian terakhir krisis kesehatan saat ini, menakutkan skenario terburuk bahwa para pemain terbaik tidak bisa diturunkan, yang seharusnya menjadi laga puncak antara dua tim terbaik di Italia. Apa artinya Piala Super jika kedua tim tidak turun dengan tim super mereka masing-masing akibat terpapar?

Alasan kedua, kapasitas stadion saat ini diturunkan menjadi setengah saja yang menyebabkan penurunan revenue atau pendapatan dari tiket masuk stadion sampai 50 persen.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Alasan ketiga, perayaan yang biasanya dilakukan usai kemenangan Supercoppa menjadi tidak mungkin dilakukan akibat meningkatnya kembali angka terpapar.

Piala Super Italia Paling Kotor

Dari semua ajang Piala Super Italia, kompetisi pada tahun 2012 adalah yang paling kotor. Pertandingan Juventus vs Napoli pada 11 Agustus 2012 itu diwarnai dengan dua kartu merah dan tujuh kartu kuning, yang terburuk dari semua laga di Supercoppa Italiana.

Kedua pemain yang diusir dari kubu Napoli, Goran Pandev menit 83 dengan kartu merah langsung dan Juan Zuninga menit 90 untuk akumulasi dua kartu kuning. Skor pertandingan berakhir 4-2 bagi kemenangan Andrea Pirlo dan kawan-kawan.

Supercoppa Dengan Margin Terbesar

Tidak mengherankan ada pertikaian antara para pemain Juventus dan Napoli. Di masa lalu Partenopei pernah mempermalukan Bianconeri dengan skor sangat besar, 5-1, pada Supercoppa Italiana tahun 1990. Waktu itu Napoli sedang pada puncak kejayaannya, diperkuat oleh bintang Argentina, Diego Maradona, meski pemain No 10 itu malah tidak mencetak gol.

Margin terbesar kedua adalah ketika Juventus menang empat gol tanpa balas atas Lazio pada Supercoppa Italiana tahun 2013, dengan keempat gol dilesakkan oleh Paul Pogba, Giorgio Chiellini, Stephan Lichtsteiner dan Carlos Tevez.

Margin terbesar ketiga adalah skor 3-0, yang diisi oleh tiga partai final:

  • final 2004 saat AC Milan menghabisi Lazio 3-0.
  • final 2001 saat Roma menang 3-0 atas Fiorentina
  • dan final 1997 saat Juventus menaklukkan Vicenza Calcio dengan skor sama 3-0
AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO