Italia Juara Eropa Setelah Gagal Sama Sekali Lolos ke Piala Dunia 2018

Gilabola.com – Perkenalkan figur sentral di balik keberhasilan Italia menjadi juara Eropa, mengalahkan Inggris melalui adu penalti tadi malam, setelah Gli Azzurri bahkan sama sekali gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2018. Masih ingat momen itu?

Bukan, bukan Leonardo Bonucci sang pencetak gol Italia di final Euro 2020 yang menjadi figur sentral Azzurri melainkan sang pelatih Roberto Mancini!

Mantan pemain Sampdoria dan Lazio itu diserahi tugas mengambil alih tim nasional pada 14 Mei 2018, mengambil alih tanggung jawab dari manajer sementara, Luigi Di Biagio.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Penunjukan Mancini sebagai manajer Gli Azzurri terjadi berselang enam bulan setelah Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2018 di bawah asuhan Gian Piero Ventura, mengalami kekalahan pada laga play-off melawan Swedia pada November 2017. Itu merupakan peristiwa pahit yang tidak ingin dikenang penggemar Italia mana pun. Untuk pertama kalinya Azzurri gagal lolos ke turnamen besar sejak Dunia 1958

Untuk memastikan negeri itu lolos ke turnamen besar berikutnya, PSSI-nya Italia mengajukan kontrak berbasis performa. Jadi kontrak Mancini hanya akan berlangsung hingga 2020, namun akan diperpanjang otomatis jika Italia lolos ke Euro 2020.

Filosofi Khas Roberto Mancini

Meski pun semasa merumput sebagai pemain Mancini adalah seorang striker atau pemain penyokong di belakang penyerang utama, pria Italia berusia 56 tahun itu dikenal dengan pendekatannya anti kebobolan. Hanya sebuah tim yang berhasil menjaga gawang tetap bersih yang memiliki peluang untuk menang.

“Saya suka kemenangan 1-0. Ketika Anda tidak kebobolan gol dan Anda memiliki pemain seperti Edin Dzeko, Carlos Tevez atau David Silva, Anda sudah memiliki peluang menang 90%.”

“Saya lebih suka kami tampil membosankan selama dua atau tiga pertandingan dan kami menang 1-0. Jika Anda menonton tim yang memenangkan gelar, mereka kebobolan sangat sedikit gol,” kata mantan pelatih Inter Milan dan Manchester City tersebut.

Meskipun demikian, beberapa orang berpendapat bahwa Mancini lebih merupakan manajer yang mementingkan pertahanan daripada manajer yang mementingkan kemenangan, gaya yang telah dikritik oleh beberapa media Inggris.

Kini pendekatan “bertahan dulu, menang kemudian” kembali menghantui Inggris setelah gol pertama ddari Luke Shaw yang dicetak menit kedua berhasil disamakan oleh Giorgio Chiellini pada menit 67. Skor tetap 1-1 setelah 120 menit dan pertandingan Italia vs Inggris harus diselesaikan dengan adu penalti. Pada momen inilah saraf Marcus Rashford dan Jadon Sancho, keduanya masih berusia 22 tahun, serta Bukayo Saka 19 tahun, tidak cukup kuat menanggung beban. Italia juara, Inggris sekali lagi gagal.

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO