Jantung Berhenti 5 Menit, Christian Eriksen Selamat Berkat Tindakan Ini!

Gilabola.com – Mantan dokter Christian Eriksen di Tottenham Hotspur mengatakan bahwa adalah sebuah KEAJAIBAN pemain timnas Denmark ini selamat dari apa yang disebut sebagai kemungkinan serangan jantung setelah sempat tersugkur di pertandingan Euro 2020 antara Denmark vs Finlandia, sang dokter juga mengingatkan bahwa tes medis pemain sepakbola tak ada yang dijamin sehat dan fit 100%.

Christian Eriksen tersungkur saat pertandingan Denmark melawan Finlandia pada hari Sabtu tadi malam 12 Juni 2021. Pemain berusia 29 tahun itu jatuh tanpa ada hadangan apapun dan segera membutuhkan CPR atau resusitasi jantung paru.

Profesor Sanjay Sharma, mantan dokter Eriksen di Tottenham Hotspur menyebut dia mengalami serangan jantung meski pakar medis mengklaim bahwa Eriksen tidak memiliki masalah jantung sebelumnya di Tottenham.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
TOTOBET
TOTOBET

Christian Eriksen mungkin saja mengalami serangan jantung tetapi ia menjalani pemulihan yang luar biasa, menurut mantan ahli jantungnya di Tottenham Hotspur.

Jantung Eriksen Berhenti 5 Menit!

Profesor Sanjay Sharma, yang pernah memerintahkan mantan gelandang Tottenham itu untuk melakukan serangkaian tes tahunan antara 2013 dan 2020, mengatakan Eriksen tidak memiliki riwayat masalah jantung, tetapi ia mengatakan tidak ada tes yang ‘sangat akurat’.

Channel Gilabola di Youtube

Dia mengatakan bintang Denmark berusia 29 tahun itu tampaknya pulih ‘sangat cepat’ mengingat laporan bahwa jantungnya telah berhenti selama lima menit!

CPR Selamatkan Christian Eriksen!

“Jika mereka melakukan CPR agresif (resusitasi jantung paru) padanya dan jika mereka memang harus menggunakan defibrillator, maka saya akan menyebut ini sebagai serangan jantung primer sebagai akibat dari ritme jantung yang buruk,” kata Prof Sharma kepada The Mail.

“Apa yang saya lihat adalah dia berlari ke arah bola, kemudian benar-benar kehilangan tenaga pada kakinya – jelas pada saat itu ada sesuatu yang sangat salah – limbung, jatuh ke tanah dan mulai kejang.”

Dia mengatakan simptom pendek itu mungkin akibat otak kekurangan oksigen, ia juga menambahkan: “Saat Anda jatuh ke tanah hingga saat jantung Anda mulai lagi dikenal sebagai waktu henti. Semakin lama waktu henti Anda, semakin buruk pandangan Anda.”

“Untuk setiap menit saat tak sadarkan diri tersebut, dan jika Anda tidak mendapatkan CPR yang baik, maka peluang Anda untuk bertahan hidup turun sekitar tujuh persen!”

“Biasanya dengan seseorang yang mengalami kolaps hingga lima atau enam menit, jika mereka berhasil menyadarkannya kembali, dia pasti berada dalam keadaan yang sangat buruk sehingga harus diberi ventilasi, dengan selang yang turun ke tenggorokan untuk membantu bernapas.”

Tapi ingat, Christian Eriksen adalah pria yang sangat muda dan bugar. Dia tidak seperti orang tua yang mengalami serangan jantung, ini adalah pria kondisi badan yang fantastis.

Beberapa menit sebelum konfirmasi datang bahwa Eriksen selamat dan dalam kondisi stabil, Prof Sharma mengatakan dia selalu ‘berdoa’ agar Eriksen bisa selamat.

Dia menjelaskan bahwa CPR telah membuat darah berikut oksigen, mengalir kembali ke organ vital, khususnya otak, di saat jantung tidak dapat memompa darah. Sdangkan defibrillator digunakan untuk me-restart jantung.

Pemeriksaan Semenjak Dini

Prof Sharma adalah konsultan ahli jantung untuk badan amal Cardiac Risk In The Young, mengatakan dia telah melakukan elektrokardiogram (EKG) tahunan dan pemeriksaan ultrasound pada Eriksen selama waktunya di Tottenham untuk mencari segala macam kelainan jantung.

Pesepakbola yang kini bermain untuk klub Italia Inter Milan itu juga menjalani ‘tes latihan maksimal’ untuk mengungkap masalah apa pun seperti masalah otot jantung bawaan dan gangguan sinyal listrik di jantung.

“Sejak hari pertama kami mendatangkannya, adalah tugas saya untuk memeriksanya, dan kami mengujinya setiap tahun,” kata Prof Sharma. “Jadi tentu saja tesnya hingga 2019 benar-benar normal tanpa ada kelainan jantung yang tampak. Setiap tahun dia diuji. Saya dapat menjamin itu karena saya yang melakukan tes.”

Ketika mendengar bahwa Eriksen ambruk, Prof Sharma segera memeriksa kembali hasil tes pemain. “Saya berpikir, Ya Tuhan? Apakah ada sesuatu di sana yang tidak kita lihat? Tetapi saya telah melihat semua hasil tes dan semuanya tampak sempurna.”

Dia mengatakan ada kemungkinan Eriksen mengalami masalah jantung tanpa terdeteksi sejak meninggalkan Tottenham pada Januari 2020, meskipun Inter Milan telah melakukan pemeriksaan serupa.

“Jelas kita pernah terkena Covid. Beberapa pesepakbola mungkin memiliki infeksi Covid subklinis, yang mungkin mengakibatkan jaringan parut pada jantung,” kata Prof Sharma.

AHABET
AHABET