Jose Mourinho Sangat Mengkhawatirkan Lawan 6 Besar Premier League

Jose Mourinho

Inikah akhir karir Jose Mourinho? Catatannya saat melawan enam besar tim Premier League sangat mengkhawatirkan. Bukan manajer kelas dunia lagi.

Gilabola.com, Liga Inggris – Jose Mourinho di bawah tekanan besar musim ini untuk performa kandang Manchester United, tapi mungkin hasil tandang mereka lebih menjadi perhatian lagi, terutama terhadap rival enam besar mereka.

Kekalahan 2-0 hari Minggu di kandang Arsenal mengakhiri rangkaian 25 laga tak terkalahkan oleh The Red Devils di Liga Inggris, berkat gol-gol dari Granit Xhaka dan Danny Welbeck.

Sementara hasil itu hanya mengakhiri satu rangkaian tanpa kekalahan, hasil itu terus mendengungkan kelemahan yang diperlihatkan Mourinho di puncak divisi teratas sepak bola Inggris.

Advertisement
advertisement
advertisement
Mimpi 4D
Mimpi 4D

Terhadap sesama tim enam besar di kandang sendiri (Arsenal, Chelsea, Liverpool, Manchester City dan Tottenham) sang pelatih asal Portugis itu belum memenangkan satu pertandingan musim ini.

Rekornya saat ini adalah Main: 4, Menang: 0, Draw: 2 dan Kalah: 2.

MU sebentar lagi akan melakoni laga tandang mengerikan ke posisi kedua, Tottenham Hotspur, yang akan memainkan laga terakhir mereka di White Hart Lane.

Pertandingan itu berlangsung hanya beberapa hari saja setelah laga leg kedua Liga Europa mereka melawan Celta Vigo. Sehingga statistik tersebut dapat dibayangkan berpotensi berubah menjadi lebih suram lagi.

Sebenarnya rekor Mourinho melawan rival sesama enam besar menjadi lebih buruk saat Anda memasukkan data-data dari periode keduanya di Chelsea.

Sementara menduduki posisi bos The Blues, ‘Special One’ kalah dan bermain imbang di Tottenham, draw di Arsenal dan kalah di Manchester City.

Delapan hasilnya selama periode itu adalah Main: 8, Menang: 0, Draw: 4, Kalah: 4.

Semua itu berawal dengan kekalahan 5-3 oleh Tottenham pada 1 Januari 2015 – dan ketiga gol tersebut merupakan yang terakhir kalinya Mourinho bisa merayakannya di bangku cadangan stadion lawan dari enam besar Liga Inggris.

Apa yang sungguh mengkhawatirkan pendukung United adalah, skuad asuhan Mourinho gagal mencetak gol dalam tujuh pertandingan berikutnya setelah itu dan kebobolan sembilan kali sepanjang periode yang sama.

Dan sementara Mourinho mungkin menyalahkan daftar cedera dan padatnya jadwal, yang terjadi akibat komitmen Liga Europa mereka, kritik tertuju padanya atas kurangnya serangan dalam sebagian besar permainan United.

Dengan posisi empat besar terlihat tidak mungkin sekarang, akan menarik untuk melihat apakah dia menerapkan pendekatan lini serang yang lebih efisien saat melawan Spurs pada 13 Mei, atau sekali lagi berakhir draw.