Site icon Gilabola.com

Jose Mourinho Ukir Rekor Aneh Bersama Benfica, Malah Gagal ke Liga Champions

Jose Mourinho dan para pemain Benfica berfoto bersama di ruang ganti

Gilabola.com – Jose Mourinho menutup musim bersama Benfica dengan rasa yang campur aduk. Timnya memang berhasil menyelesaikan Liga Portugal tanpa satu pun kekalahan, tapi pada saat bersamaan mereka justru gagal lolos ke Liga Champions.

Situasi itu membuat rumor kepulangan Mourinho ke Real Madrid makin panas.

Benfica memastikan status invincible setelah menang 3-1 di markas Estoril pada laga terakhir musim 2025/26. Tiga gol dalam rentang 16 menit cukup untuk mengunci kemenangan sekaligus menjaga rekor tak terkalahkan mereka.

Tetapi hasil-hasil imbang terlalu sering menghantui Benfica musim ini.

Total 11 kali seri membuat tim asuhan Mourinho hanya finis di posisi ketiga dengan 80 poin. Sporting Lisbon berada satu tingkat di atas dengan 82 poin, sedangkan Porto keluar sebagai juara liga usai mengumpulkan 88 angka.

Masalahnya, Liga Portugal cuma mendapat satu tiket langsung ke Liga Champions. Jatah itu menjadi milik Porto. Sporting masuk jalur kualifikasi, sementara Benfica harus turun ke Liga Europa musim depan.

Cukup ironis.

Mourinho justru mencatat salah satu rekor terbaik sekaligus paling pahit dalam kariernya. Ia membawa Benfica tak terkalahkan semusim penuh, tetapi tetap gagal mengantar klubnya ke kompetisi tertinggi Eropa.

Pelatih asal Portugal itu sebelumnya juga pernah menciptakan musim bersejarah saat menangani Real Madrid.

Kala itu Mourinho membawa Madrid mencatat 32 kemenangan La Liga dalam satu musim, termasuk 16 kemenangan tandang. Los Blancos juga finis dengan 100 poin saat merebut gelar liga.

Kini namanya kembali dikaitkan dengan Santiago Bernabeu setelah Real Madrid menjalani musim tanpa trofi untuk kedua kalinya secara beruntun. Mereka kalah bersaing dari Barcelona di kompetisi domestik dan tersingkir di Eropa.

Menariknya, Mourinho sendiri mulai membuka pintu pembicaraan soal masa depannya.

Sebelum laga melawan Estoril, pria 63 tahun itu menegaskan posisi akhir Benfica di klasemen tidak akan menentukan apakah dirinya bertahan atau pergi.

“Saya sedang bicara soal Benfica, sedangkan kalian bicara soal Real Madrid,” kata Mourinho kepada wartawan.

“Pekerjaan yang kami lakukan tidak berubah hanya karena finis kedua atau ketiga. Itu bukan hal yang menentukan.”

Ia juga mengaku lebih memilih Benfica bermain di Liga Champions, tetapi itu bukan faktor utama dalam mengambil keputusan soal masa depannya.

Mourinho kemudian memberi sinyal bahwa pembahasan mengenai masa depannya baru akan dimulai setelah liga selesai.

“Mulai Senin, saya bisa menjawab pertanyaan tentang masa depan saya sebagai pelatih dan juga masa depan Benfica,” lanjutnya.

Kontrak Mourinho bersama Benfica sebenarnya masih berjalan sampai 27 Juni. Namun terdapat klausul yang memungkinkan kedua pihak mengakhiri kerja sama begitu musim 2025/26 berakhir.

Dan sekarang, musim itu sudah selesai.

Exit mobile version