Kamerun Ludahi Pemain Inggris, Dorong Wasit, Mogok Main, Menangis

Kamerun Ludahi Pemain Inggris, Dorong Wasit, Mogok Main, Menangis

Pemain Kamerun merasa dicurangi sehingga meludahi pemain Inggris, mendorong wasit sampai hampir terjatuh, mogok main sebelum menangis.

Banyak kerusuhan mewarnai laga Inggris vs Kamerun pada babak 16 besar Piala Dunia Wanita pada Senin (24/6) dinihari. Dalam sebuah adegan yang menjijikkan seorang pemain Kamerun meludahi pemain Inggris. Selain itu wasit didorong secara kasar sampai hampir terjatuh oleh pemain tim Afrika tersebut, sebelum sejumlah adegan injak kaki, dorong, dan diakhiri dengan ancaman mogok bermain.

Para pemain Kamerun juga menuding FIFA bersikap rasis saat berada di terowongan kamar ganti Stade du Hainaut Prancis, sebuah tuduhan serius yang bisa berujung sanksi jika benar dilontarkan para pemain yang tadi malam turun dengan seragam khas mereka: hijau, merah dan kuning.

Pertandingan Inggris vs Kamerun tadi malam benar-benar diwarnai adegan yang lebih kasar daripada sepak bola laki-laki. Emak-emak kalau bermain bola bisa lebih intensif dan serius daripada pria. Salah satunya adegan meludah di menit 12 babak pertama, yang viral ke seluruh dunia saat berita ini diunggah.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Kerusuhan berawal dari tudingan curang itu tadi malam berpusat pada dua adegan di akhir babak pertama dan awal babak kedua. Inggris tengah unggul 1-0 berkat gol Steph Houghton dari menit 14 saat gol kedua terjadi untuk Inggris melalui Ellen White pada menit keempat extra time babak pertama. Ia menyambar bola terobosan dari Lucy Bronze sebelum melesakkannya melalui kolong Ngo Ndom.

Wasit Liang Qin asal China yang memimpin pertandingan segera membatalkan gol tadi dengan alasan offside sebelum ia meninjau layar VAR di pinggir lapangan. Selang beberapa saat kemudian gol diberikan. Alasan offside dibatalkan. Tentu saja ada protes berkepanjangan dari para pemain Kamerun sampai-sampai akhir babak pertama harus diperpanjang sampai delapan menit.

Di awal babak kedua satu kesalahan umpan dari Karen Bardsley dicuri oleh Gabrielle Aboudi Onguene yang dengan cepat mengumpan ke Ajara Nchout yang menembak dan menembus gawang Inggris. VAR kembali ditinjau oleh wasit Liang Qin asal China dan ia membatalkan gol Kamerun. Pecahlah kerusuhan di lapangan.

Selama beberapa menit para pemain Kamerun menolak melanjutkan permainan dengan alasan merasa dicurangi. Selama empat menit laga terhenti karena para pemain yang berjuluk Singa Tak Terkalahkan itu kalah oleh emosi mereka, menangis, kecewa, berteriak curang-curang kepada wasit. Untuk sesaat kita merasa mereka bisa walk out dari pertandingan 16 besar Piala Dunia Wanita ini.

Setelah gol ketiga oleh Alex Greenwood pada menit 58, selang sembilan menit kemudian seorang pemain Kamerun menumpahkan rasa frustrasi mereka terhadap wasit asal China itu, yang dianggap ikut serta secara terstruktur sistematis dan masif melakukan kecurangan. Lihat wasit didorong sampai hampir terjatuh. Untung wasitnya tetap bijaksana tidak memberikan kartu kepada pemain Les Lions Indomptables itu.

Mendekati akhir-akhir pertandingan, saat masa injury time, wasit makin dikacangin oleh pemain Kamerun. Mereka sudah main dorong terhadap pemain Inggris dan berbalik marah-marah saat sang pemain yang didorong tidak kunjung bangun. Wasit benar-benar tidak berwibawa dalam kondisi ini. Lihat sendiri.

Secara keseluruhan permainan sepak bola Piala Dunia Wanita antara Inggris vs Kamerun ini lebih bisa disebut memalukan daripada menarik dengan banyaknya protes, terutama menyangkut VAR dan pemahaman mengenai offside. Tentu saja ada celah sedikit soal kecurangan dan mungkin sikap rasisme, tapi dengan laga disiarkan secara langsung dan terbuka bagi seluruh dunia, kecil kemungkinan hal itu terjadi.