Kebangkitan Raksasa Tidur Italia : 8 Alasan Mengapa Mereka Wajib Diwaspadai di Euro 2020

Gilabola.com – Raksasa tidur yang telah terbangun, mungkin itu ungkapan tepat untuk juara dunia empat kali Italia yang sekarang menunjukkan performa impresif sejak tiga tahun terakhir.

Memang usai secara mengejutkan gagal lolos ke Piala Dunia 2018, Italia telah menjadi tim yang berbeda. Masuknya Roberto Mancini menggantikan Giampiero Ventura telah banyak mengubah Gli Azzurri untuk menjadi tim yang kembali disegani.

Kemenangan mengesankan 3-0 atas Turki di laga pembuka Euro 2020 di Stadio Olimpico pada Sabtu (12/6) dini hari WIB hanyalah gambaran kecil dari kebangkitan Gli Azzurri dalam beberapa tahun terakhir dan membuat mereka kini layak menjadi salah satu favorit, lebih dari sekedar tim kuda hitam, di Kejuaraan Eropa musim panas ini.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Berikut delapan alasan mengapa Italia memang layak disebut sebagai raksasa tidur yang mulai bangkit dan membuat mereka layak diperhitungkan di Kejuaraan Eropa tahun 2021 ini :

√ Saat ini Italia sedang dalam performa luar biasa, berada dalam rekor 28 pertandingan tak terkalahkan di semua kompetisi.

√ Italia sudah tidak pernah menelan kekalahan dalam sebuah pertandingan sejak September 2018. Terakhir kali mereka merasakan kekalahan adalah saat ditaklukkan Portugal dengan skor tipis 1-0 di fase grup UEFA Nations League.

√ Catenaccio, taktik permainan yang menitikberatkan pada kekuatan pertahanan, khas Italia sangat terlihat saat ini ketika tim asuhan Roberto Mancini selalu berhasil mencatatkan clean sheet di sembilan pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi.

√ Dalam rekor 28 pertandingan tanpa kekalahan itu, Italia hanya kebobolan tujuh gol saja di tujuh laga berbeda. Masing-masing saat melawan Ukraina (1-1), Bosnia (2-1), Armenia (1-3), Finlandia (1-2), Armenia (9-1), Bosnia (1-1), dan terakhir Belanda (1-1).

√ Tidak hanya pertahanan yang sangat tangguh, lini serang Italia juga sangat mengerikan. Dalam periode 28 pertandingan itu, mereka sukses mencetak 78 gol, atau rata-rata hampir 2,8 gol per laga.

√ Meski pernah juara pada 1968 dan runner up pada 2000 dan 2012, kemenangan 3-0 atas Turki adalah pertama kalinya mereka bisa mencetak tiga gol dalam satu laga di Kejuaraan Eropa.

√ Italia, bersama Belgia di grup I, merupakan satu-satunya tim yang sapu bersih laga kualifikasi Euro mereka dengan 100 persen kemenangan. Italia memuncaki grup J dengan memenangkan 10 pertandingan mereka melawan Finlandia, Yunani, Bosnia, Armenia, dan Liechtenstein, mencetak 37 gol dan hanya kebobolan empat gol.

√ Perpaduan pengalaman para pemain veteran macam Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci dengan talenta muda yang mengesankan seperti Gianluigi Donnarumma, Nicolo Barella hingga Federico Chiesa terbukti sangat padu dan menghasilkan skuad yang solid di bawah bimbingan manajer Roberto Mancini.

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO