Kejutan! Inilah Pelatih Baru Borussia Dortmund

Peter Bosz

Liga Jerman – Borussia Dortmund telah menunjuk bos Ajax, Peter Bosz, sebagai manajer baru mereka dalam sebuah kesepakatan hingga 2019.

Dortmund mengalami kekosongan pelatih usai kepergian Thomas Tuchel.

Bosz, 53 tahun, baru saja berhasil membawa Ajax ke final Liga Europa bulan lalu, saat mana klub Belanda tersebut kalah 2-0 dari Manchester United.

Tuchel meninggalkan Dortmund pada akhir Mei setelah dua tahun bertugas di klub yang bermarkas di Signal Iduna Park tersebut.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Dia memimpin klub tersebut meraih kemenangan di Piala Jerman musim lalu dan membantu mereka lolos ke Liga Champions dengan finish pada tempat ketiga di Bundesliga.

Bosz menggantikan Frank de Boer di Ajax pada awal musim lalu dan berada di bawah kontrak dengan tim Amsterdam sampai 2019.

“Saya memiliki perasaan campur aduk tentang kepindahan ini,” kata direktur pengelola Ajax, Edwin van der Sar.

“Ketika kami membawa Peter ke Ajax musim panas lalu, bukan niat kami bahwa kemitraan akan berakhir setelah satu tahun.”

“Kami memiliki musim yang hebat, terutama di Liga Europa. Sebagaimana semua pemain kami, figur pelatih juga menarik perhatian klub dari liga-liga top Eropa.”

Laga final Liga Europa adalah sesuatu yang disesali oleh Peter Bosz. Ia mengaku Ajax Amsterdam tidak bermain cukup baik, namun ia pun meradang dengan cara bermain Manchester United.

Pada pertandingan di Stockholm, Swedia, Kamis (25/05) dini hari WIB, The Red Devils sukses memastikan berlaga di kompetisi Liga Champions musim depan karena bisa menang melawan Ajax.

“Kami tidak cukup baik, di setiap area. Kami tidak bisa mengembangkan permainan kami sendiri. United lebih berpengalaman dan lebih kuat secara fisik,” ujar Bosz pada RTL7.

“Anda sudah tahu sebelumnya laga ini akan sulit setelah kebobolan gol yang kurang beruntung. Kami tidak beruntung karena kebobolan di menit-menit awal, dan karenanya hal itu membuat United bertahan lebih dalam. Dan itu makin sulit kala mereka membuat gol kedua.”