Kekecewaan Besar Kiper Chelsea, 7 Clean Sheets dan Juara Liga Champions Bukan Jaminan

Bukan malam yang menyenangkan bagi kiper Chelsea, Edouard Mendy. Sang penjaga gawang asal Senegal ini gagal memenangkan penghargaan kiper terbaik Yashin Award, pada acara Ballon d’Or di kota Paris, Selasa dinihari (30/11).

Kiper Italia yang meninggalkan AC Milan dan memilih untuk merumput di Paris Saint-Germain sejak musim panas 2021, Gianluigi Donnarumma, terpilih sebagai kiper terbaik untuk tahun kalender ini.

Donnarumma baru bermain untuk setengah dari semua pertandingan PSG musim baru 2021/22, tapi jelas Yashin Award itu diberikan padanya untuk dua aksi penyelamatan penalti yang dilakukannya pada final Piala Eropa 2020, saat mana ia membawa Italia menjadi juara.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Sebelum malam penghargaan ini, Edouard Mendy menyatakan keyakinannya bahwa ia bisa memenangkan Yashin Trophy untuk posisi kiper terbaik Eropa. Ia menjadi kiper saat Chelsea menjuarai Liga Champions 2021 dan sepanjang musim ini sudah mencatatkan tujuh kali gawang bersih bersama the Blues.

Pemain berusia 29 tahun itu menjadi salah satu dari 10 penjaga gawang yang bersaing memperebutkan hadiah tersebut. Tapi tanda-tanda kekalahan sudah terlihat beberapa menit sebelumnya saat Donnarumma menduduki posisi ke-10 Ballon d’Or dan menjadi satu-satunya kiper dalam daftar finalis top 10 tersebut.

Mendy diketahui menduduki urutan kedua pada daftar kiper terbaik di bawah Donnarumma.

“Tentu saja saya pikir saya bisa memenangkannya,” kata Mendy, beberapa hari sebelum acara penghargaan ini.

“[Jika saya memenangkannya] saya pikir itu akan menjadi sesuatu yang pantas saya dapatkan. Itu adalah sesuatu yang telah saya usahakan dengan keras, jadi itu akan menjadi kebanggaan besar mengingat perjalanan saya.”

Sekarang, Mendy harus menyimpan mimpinya menang Yashin Award untuk satu tahun lagi, meski belum tentu Chelsea bisa mengulangi meraih gelar juara Liga Champions.

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO