Kerusuhan Suporter River Plate Dorong Argentina Rilis UU Anti Hooliganisme

Kerusuhan Suporter River Plate Dorong Argentina Rilis UU Anti Hooliganisme

Gilabola.com – Presiden Argentina, Mauricio Macri, menyerukan agar kongres loloskan RUU dalam sesi khusus yang akan menindak tegas hooliganisme sepakbola, setelah kerusuhan yang gagalkan pertandingan leg kedua final Copa Libertadores antara River Plate dan Boca Juniors.

Presiden Mauricio Macri menginginkan sebuah undang-undang yang lebih keras dalam menghukum jenis kekerasan yang terjadi pada final Copa Libertadores antara River Plate melawan Boca Juniors akhir pekan lalu.

Advertisement
advertisement
advertisement
Dewa303
Dewa303

Kerusuhan itu terasa sangat memalukan bagi Argentina, terutama ketika mereka bersiap untuk menjadi tuan rumah pertemuan puncak negara-negara G20 pada Jumat (30/11) pekan ini.

Sepakbola Argentina Dikuasai Mafia

Macri yang tampak marah mengecam mafia sepakbola kriminal, yang disebut ‘Barras Bravas’ di televisi. Mafia tersebut terkenal karena berurusan dengan narkoba, memeras para suporter dan meminta uang perlindungan dari para pengusaha kecil yang terdapat di dekat stadion.

“Kami menolak mafia yang sering berada di belakang jenis kekerasan ini. Saya berharap setelah rasa malu ini, kami bisa mendapat hukum yang disahkan dalam sesi ekstra Kongres,” tegas Macri.

Menteri Keamanan Argentina, Patricia Bullrich, mengatakan undang-undang itu akan berlakukan sanksi terhadap kekerasan terkait pertandingan sepakbola.

2 Kubu Suporter Saling Serang

Laga Copa Libertadores yang menentukan telah dijadwalkan untuk digelar pada Sabtu pekan lalu. Tapi laga itu kemudian ditunda sampai Minggu (25/11), setelah pemain Boca terluka ketika bus mereka diserang fans River Plate di luar Stadion Monumental di Buenos Aires.

Beberapa pemain Boca belum cukup pulih pada Minggu lalu, jadi pertandingan itu ditunda lagi. Para pemimpin kedua klub diharapkan bertemu pada Selasa ini untuk putuskan kapan laga tersebut harus digelar kembali.

Macri mengatakan, insiden itu sangat ‘menyedihkan dan bikin frustrasi’, karena itu terjadi lima hari sebelum pertemuan blok G20 negara-negara industri di Buenos Aires, yang ia sebut sebagai bagian dari upaya Argentina dalam menarik investasi asing walau tingginya tingkat inflasi dan resesi.

Macri juga mengatakan, dia marah bahwa 23 orang yang ditangkap dalam kerusuhan hari Sabtu sudah dibebaskan. “Saya tidak mengerti atas nama semua orang Argentina. Saya tidak mengerti reaksi sistem peradilan,” ujar Macri dengan suara keras.

Copa Libertadores merupakan ajang Liga Champions-nya Amerika Selatan. Tahun ini menandai pertama kalinya dua klub terbesar Argentina bertemu dalam final kompetisi tersebut. Pertarungan antara River Plate melawan Boca Juniors dikatakan sebagai final terbesar dalam sejarah 58 tahun kompetisi itu.