Kiper Pahlawan Liverpool di Final Piala Liga Semula Memang Seorang Striker

Liverpool tentunya bangga memiliki kiper muda seperti Caoimhin Kelleher yang tampil heroik di final Piala Liga tadi malam. Namun siapa sangka ia memulai karirnya sebagai striker, dan bukan penjaga gawang.

Gilabola.com – Kelleher tak pernah bermain di bawah mistar gawang sampai ia berusia 14 tahun, dan mantan striker itu terus berkembang sebelum akhir menjadi pahlawan bagi The Reds dalam final yang digelar di Stadion Wembley, Minggu (27/2) malam.

Kelleher yang kini berusia 23 tahun sukses mencetak gol kemenangan The Reds melalui drama adu penalti yang membawa skuad asuhan Jurgen Klopp itu raih kemenangan dramatis atas Chelsea.

Advertisement
KaikoSlot
KaikoSlot

Ia kemudian mendapat giliran untuk menjaga eksekusi penalti kiper Chelsea, Kepa Arrizabalaga, yang melayang jauh di atas mistar gawangnya, dan membawa Liverpool memenangkan trofi pertama mereka musim ini.

Namun, The Reds ternyata memang punya rahasia tersendiri mengenai Kelleher, saat ia ikut membawa timnya unggul 11-10 dalam drama adu penalti tersebut. Klopp mendapat keuntungan tersendiri, karena Kelleher yang menjadi penendang terakhir merupakan seorang mantan penyerang tengah saat ia memulai karir sepak bolanya di Irlandia.

Pemain itu banting setir menjadi seorang penjaga gawang setelah ayahnya turun tangan mengatur permainannya. Demikian ungkap mantan pelatih kiper Irlandia dari Cork Schoolboys League, Eddie Harrington.

“Dia hanya sempat mencetak gol di level U-14. Itu merupakan transisi besar-besaran, kami menggemblengnya untuk lakukan operan dari belakang, tapi dia barangkali memiliki gerak kaki seorang pemain outfield,” tambah Harrington mengenai kiper jebolan akademi Liverpool di tahun 2019 itu.

“Dia dulu merupakan seorang penyerang tengah yang sangat bagus, dan mewakili daerahnya dengan bermain di posisi itu,” tandas Harrington, seperti dilansir The Sun.

“Selama tiga atau empat tahun, dia bermain sebagai penyerang tengah kami, dan baru mengubah posisi bermainnya menjadi kiper seorang menerima telepon dari ayahnya agar saya membantunya mengubah posisinya di lapangan,” ujarnya.

“Kebetulan sekali kiper berusia muda kami berhenti, karena dia tak ingin bermain lagi. Ray, ayah Caoimhin, kemudian menelepon dan dan meminta, bisakah saya memainkannya sebagai penjaga gawang,” tandas Harrington.

“Saya dan pelatih lain semula enggan, karena itu berarti kami akan kehilangan striker utama kami, tapi kami pikir kenapa tidak dicoba saja, karena ayahnya merasa putranya itu punya sesuatu di posisi tersebut, karena dia juga sering berlatih bersama ayahnya,” ujar Harrington mengenai Kelleher yang akhirnya dilamar Liverpool pada tahun 2015 itu.

“Kami baru saja memainkannya, dan itu terjadi di pertengahan musim U-14. Anehnya, semua berjalan baik, semuanya bergulir sesuai harapan. Ini menjadi cerita yang selalu saya ungkapkan kepada banyak orang di sini, tapi benar-benar cerita nyata,” tegasnya.

Kelleher baru bemain dalam 17 pertandingan untuk the Reds sejak ia bergabung dari tim muda mereka di tahun 2015. Penampilannya yang heroik di final Piala Liga melawan Chelsea malam tadi diyakini telah membuat pesepak bola muda asal Irlandia tersebut kini menjadi perhatian banyak pihak.

BANDARTOGEL77