Klopp Berhasil Nakut-nakuti Piala Liga, Sepakati Tim Bayangan Liverpool

Klopp Berhasil Nakut-nakuti Piala Liga, Sepakati Tim Bayangan Liverpool

Jurgen Klopp berhasil menakut-nakuti Piala Liga dengan ancaman mundur, dan sekarang mereka sepakat dengan “tim bayangan” Liverpool.

Liverpool 30 menit lalu sepakat untuk menurunkan tim “yang sama baiknya” untuk laga Piala Carabao (Piala Liga), 17 Desember mendatang. The Reds akan memainkan “sebuah tim bayangan” pada perempat final Piala Carabao mereka di kandang Aston Villa bulan depan – sementara Jurgen Klopp dan tim seniornya akan berada di Qatar, 7000 kilometer jauhnya, setara dengan jarak Jakarta ke Jayapura.

Petinggi EFL selaku otoritas yang menyelenggarakan Piala Carabao mengumumkan laga perempat final Liverpool akan berlangsung di Villa Park pada Selasa 17 Desember. Tapi Klopp dan tim pertamanya sudah berada di Qatar, sehari sebelum laga semifinal Piala Dunia Antarklub.

Keputusan ini mungkin akan dilihat oleh banyak orang sebagai kurangnya rasa hormat Liverpool terhadap kompetisi Piala Liga dengan mereka menurunkan “tim bayangan”, tapi bos-bos EFL sudah setuju dalam sebuah negosiasi dengan pihak Anfield. Kesepakatannya adalah, laga perempat final Piala Carabao tetap akan dimainkan sesuai jadwal dengan pihak Liverpool menetapkan pemain “yang sama baiknya.” Para petinggi kompetisi itu sudah menerima argumen manajemen The Reds bahwa Klopp akan mampu menurunkan tim yang “konsisten” dengan skuad itu sejak awal kompetisi.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Ada empat pemain timnas Inggris – James Milner, Joe Gomez, Adam Lallana dan Alex Oxlade-Chamberlain – ikut serta dalam kemenangan adu penalti atas Arsenal di putaran keempat, bersama dengan Divock Origi, yang sudah menjadi legenda klub dalam kemampuannya mencetak gol menit-menit terakhir bagi The Reds di banyak kompetisi.

Ancaman Klopp untuk mundur dari kompetisi Piala Carabao tampaknya sudah berhasil menakut-nakuti pihak EFL untuk mendukung permintaan Liverpool untuk menurunkan “tim bayangan”, yang pada awalnya tampak tidak mungkin. Seperti yang sudah disebut tadi, sebenarnya kurang etis bagi pihak Liverpool menurunkan skuad keduanya di ajang kompetisi terebut. Tapi bagi EFL, itu masih lebih baik daripada tidak sama sekali.