Gilabola.com – Insiden panas terjadi di akhir derby sengit antara Galatasaray dan Fenerbahce dalam ajang Piala Turki.
Manajer Fenerbahce, Jose Mourinho, membuat kehebohan setelah timnya tersingkir dari kompetisi dengan kekalahan 1-2 dari rival berat mereka, Galatasaray. Laga yang digelar di kandang Fenerbahce ini berakhir dengan dua gol dari eks striker Napoli, Victor Osimhen.
Ketegangan memuncak di menit-menit akhir pertandingan, hingga Mourinho mendekati pelatih Galatasaray, Okan Buruk, lalu secara mengejutkan menjepit hidungnya.
Buruk langsung jatuh ke tanah, tampak berusaha memperjelas gestur tidak sportif Mourinho, sebelum sang pelatih Portugal buru-buru berlari ke ruang ganti.
Mourinho, Kontroversi, dan Perseteruan Panas di Turki
Sejak bergabung dengan Fenerbahce pada musim panas 2024, usai dipecat oleh AS Roma pada Januari 2024, Mourinho langsung mencuri perhatian di Turki. Ia dikenal karena gaya kepemimpinan kontroversialnya dan beberapa kali terlibat perang kata-kata dengan rival sekota, Galatasaray.
Salah satu insiden terbesar sebelumnya terjadi pada Februari 2025, ketika Mourinho dituduh melakukan pernyataan rasis terhadap staf Galatasaray. Dalam konferensi pers, ia menyebut bangku cadangan lawan “melompat seperti monyet”, yang kemudian memicu tuntutan hukum dari Galatasaray terhadapnya.
Tensi antara kedua klub meningkat drastis musim ini, terutama dengan Fenerbahce yang tertinggal enam poin dari Galatasaray di puncak klasemen Süper Lig Turki. Ketegangan semakin memuncak ketika Federasi Sepak Bola Turki menunjuk wasit asing untuk memimpin derby liga terakhir antara kedua tim. Pertandingan itu bahkan berlangsung di bawah penjagaan 30.000 polisi di stadion RAMS Park, kandang Galatasaray.
Bukan Insiden Pertama Mourinho
Mourinho bukan sosok asing dalam kontroversi di pinggir lapangan. Salah satu insiden paling terkenal terjadi pada Agustus 2011, saat ia masih melatih Real Madrid.
Dalam leg kedua Piala Super Spanyol melawan Barcelona di Camp Nou, Mourinho mendatangi Tito Vilanova, yang saat itu asisten pelatih Pep Guardiola, lalu menusuk matanya dengan jari.
Kala itu, laga diwarnai ketegangan tinggi setelah bek Madrid, Marcelo, mendapatkan kartu merah akibat tekel keras terhadap Cesc Fabregas.
Aksi Mourinho terhadap Vilanova terekam kamera, yang kemudian membuatnya mendapat larangan dua pertandingan, sementara Vilanova dihukum satu laga. Namun, sanksi tersebut akhirnya dicabut oleh Federasi Sepak Bola Spanyol pada Juli 2012, dalam keputusan yang kontroversial.
Sanksi Menanti Mourinho?
Setelah insiden terbaru ini, Mourinho diperkirakan akan mendapat hukuman berat. Laporan awal menyebutkan bahwa mantan pelatih Chelsea, Manchester United, dan Inter Milan itu bisa dilarang mendampingi tim selama empat pertandingan.
Kini, dunia sepak bola menantikan keputusan resmi dari Federasi Sepak Bola Turki, yang akan menentukan apakah Mourinho akan kembali lolos dari hukuman atau menghadapi konsekuensi atas tindakan tidak sportifnya kali ini.