Laga Nantes Dihentikan di Menit 9, Hormati Emiliano Sala

Laga Nantes Dihentikan di Menit 9, Hormati Emiliano Sala

Nantes beri penghormatan khusus kepada mantan pemainnya yang hilang, Emiliano Sala, dengan berhenti bermain di menit kesembilan pertandingan Ligue 1 melawan Saint-Etienne dan memberikan tepuk tangan meriah pada striker tersebut.

Pemain asal Argentina itu meninggalkan Nantes untuk bergabung dengan Cardiff City dalam kesepakatan yang memecahkan rekor klub sebesar 15 juta pound (277 miliar rupiah). Tapi, Sala hilang sejak 21 Januari setelah pesawat yang ditumpanginya menuju Wales hilang di Kepulauan Channel, Inggris.

Nantes tidak bermain sejak saat itu, menunda pertandingan mereka berikutnya, dan ingin beri penghormatan kepada Emiliano Sala saat mereka kembali ke lapangan pada Kamis (31/1) dinihari tadi.

Seluruh pemain Nantes mengenakan kaus dengan nama Sala di punggung mereka dan mengheningkan cipta sebelum pertandingan dimulai.

Penggemar Cardiff Ikut Datang ke Laga Nantes

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Beberapa penggemar Cardiff City juga pergi ke Prancis untuk menyaksikan pertandingan yang dimainkan Nantes. Mereka memegang spanduk yang sama dengan yang mereka bawa ke Emirates untuk pertandingan Liga Inggris melawan Arsenal.

“Kami tidak pernah melihat Anda bermain dan tidak pernah melihat Anda mencetak gol. Tapi Emiliano bluebird kami yang cantik, kami akan lebih mencintaimu selamanya,” demikian bunyi spanduk itu.

Di momen spesial lainnya selama pertandingan melawan Saint-Etienne, wasit meniup peluitnya dan menghentikan permainan pada menit kesembilan – sesuai nomor punggung Sala – untuk memberikan tepuk tangan meriah pada Sala.

Pelatih Nantes Tak Berhenti Menangis

Para pemain dari kedua klub, serta para penggemar di stadion bertepuk tangan di lapangan sambil meneriakkan nama Sala. Manajer Nantes, Vahid Halilhodzic, tampak emosional dan menangis selama penghormatan tersebut.

Meskipun pencarian resmi untuk pesawat Sala diberhentikan pekan lalu, spesialis kapal karam yang disewa keluarganya terus mencari pesawat Emiliano Sala yang hilang.