Laga Panas Yunani Ditunda, Presiden PAOK Tenteng Senjata

Ivan Savvidis, pemilik klub PAOK.
Ivan Savvidis, pemilik klub PAOK.

Pertandingan PAOK versus AEK Athens di Liga Super Yunani harus ditunda setelah salah satu pemilik klub memasuki lapangan dengan membawa senjata di pinggangnya.

Laga yang dilangsungkan pada Senin (12/03) dini hari WIB tadi di Stadion Toumba itu harus dihentikan walau kedua kesebelasan telah bermain hampir selama 90 menit.

Pasalnya PAOK merasa kecewa golnya di menit 89 dianulir oleh wasit usai mendapatkan protes dari para pemain AEK. Dengan gol yang dianulir tersebut, artinya PAOK tidak bisa menghentikan AEK di posisi puncak Liga Super Yunani dengan selisih lima poin di antara kedua kesebelasan.

Kekecewaan dan kemarahan pun berkobar di tribun, yang kemudian diikuti oleh para staf kepelatihan yang memasuki lapangan sebagai tanda protes atas kinerja wasit yang dianggap berat sebelah.

Dari sekian banyak staf PAOK yang memasuki lapangan, pemilik klub Ivan Savvidis pun terlihat turun dari tribun VIP ke atas rumput.

Advertisement

Dengan menenteng senjata laras pendek di pinggangnya, Savvidis menyuruh para pemain PAOK untuk memasuki ruang ganti pakaian agar laga tidak dilanjutkan kembali.

Ia pun mengkonfrontasi Giorgios Kominis dan dikawal oleh pengawal pribadinya ke luar lapangan.

Tidak berhenti sampai di situ, pebisnis berusia 58 tahun yang kabarnya dekat dengan Vladimir Putin ini pun memaki salah satu ofisial laga sehingga harus ditahan oleh beberapa polisi dan pengawal pribadinya.

Sementara itu pelatih AEK Athens Manolo Jimenez mengaku menolak untuk melanjutkan laga karena situasi terlalu panas untuk dilanjutkan.

“Saat ini kami meninggalkan stadion dengan dikawal oleh kepolisian,” tutur mantan pelatih Sevilla ini pada Onda Cero. “Wasit tidak mensahkan gol PAOK dengan alasan offside. Ada perkelahian antar pemain dan banyak orang memasuki lapangan, termasuk presiden mereka dengan pengawal pribadinya.”

“Setelah invasi lapangan tersebut, wasit memutuskan masuk ke ruang ganti [khusus wasit] dan setelah dua jam dihentikan, [wasit memutuskan] untuk melanjutkan laga. Kami menolaknya.”

“Sangat disayangkan bahwa pada akhirnya wasit mensahkan gol tersebut, setelah apa yang telah terjadi.”

“Kami pun menyadari kemudian [melalui tayangan ulang] bahwa presiden [PAOK] menenteng senjata. Kami tidak melihatnya kala berada di atas lapangan.”