Gilabola.com – Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi dikenal sebagai para pemain terbaik dalam sejarah sepak bola, tetapi bahkan sang mega bintang memiliki lawan yang paling sulit dihadapi.
Menurut legenda Arsenal, Martin Keown, bek kiri Ashley Cole adalah pemain yang paling mampu menghambat pergerakan Ronaldo selama kariernya.
Keown mengungkapkan bahwa Ronaldo, yang saat itu masih bermain sebagai winger kanan untuk Manchester United, memiliki obsesi berlebihan dalam menghadapi Cole. Hal ini terkadang justru menghambat permainannya sendiri dan membuatnya kehilangan fokus dalam strategi tim.
Sejak pertama kali bertemu dalam laga panas “Battle of Old Trafford” pada September 2003, di mana Ronaldo mempermalukan Cole dengan trik cepat hingga membuat sang bek terjatuh, duel antara keduanya terus berlanjut di berbagai kompetisi.
Duel Sengit yang Berulang Kali Terjadi
Secara keseluruhan, Ronaldo dan Cole bertemu 14 kali di berbagai ajang, termasuk pertandingan antar klub dan tim nasional. Dari jumlah tersebut, Ronaldo berhasil memenangkan delapan laga, sedangkan Cole hanya menang sekali saat masih berseragam Arsenal. Sisanya terjadi saat Cole membela Chelsea, di mana ia mengalami lima kekalahan.
Di level internasional, Cole juga harus menelan pil pahit saat Inggris dua kali dikalahkan Portugal melalui adu penalti di Euro 2004 dan Piala Dunia 2006. Namun, meski sering menang dalam laga tim, secara individu Ronaldo kesulitan menembus pertahanan Cole. Dari semua pertemuan mereka, Ronaldo hanya mencetak tiga gol, dua di antaranya terjadi dalam kemenangan 4-2 Manchester United atas Arsenal di Highbury pada Februari 2005.
Keown percaya bahwa tekad Cole untuk menghentikan Ronaldo sangat luar biasa, bahkan mungkin lebih besar dari lawan mana pun yang pernah dihadapi sang bintang Portugal. Ia menyebut bahwa setiap kali bertemu, Cole selalu bermain dengan determinasi ganda untuk mengalahkan Ronaldo.
“Jika ada satu pemain yang bisa disebut sebagai musuh terbesar Ronaldo, maka itu adalah Ashley Cole,” ujar Keown kepada talkSPORT. “Cole selalu bermain dengan tekad berlipat ganda saat menghadapi Ronaldo, dan itu adalah duel yang luar biasa untuk disaksikan.”
Menariknya, menurut Keown, Ronaldo terlalu terobsesi mengalahkan Cole sehingga justru sering kehilangan fokus dalam pertandingan. Ia lebih memilih tetap di sisi lapangan yang dijaga Cole daripada mencari cara lain untuk membantu timnya.
“Ronaldo seolah terobsesi ingin melewati Cole, padahal ia bisa saja berpindah sisi atau mencari celah lain. Tapi mungkin ia juga merasa tidak akan mendapat keuntungan jika berpindah ke sisi lain yang dijaga Lauren,” lanjut Keown.
Bukan Hanya Ronaldo, Lionel Messi Juga!
Ronaldo sendiri pernah mengakui bahwa Cole adalah lawan terberat yang pernah ia hadapi.
Dalam wawancara dengan Coach Mag pada 2016, ia mengatakan, “Ashley Cole selalu menjadi lawan yang sangat sulit. Dia tidak memberi Anda waktu sedetik pun untuk bernapas. Dia cepat, tangguh dalam duel, dan tidak pernah membiarkan saya bermain dengan nyaman.”
Di sisi lain, Cole juga memberikan pujian tinggi kepada Ronaldo. Dalam wawancara setelah masuk ke Premier League Hall of Fame pada 2024, ia mengakui bahwa duel dengan Ronaldo adalah salah satu yang paling melekat dalam ingatannya.
“Selama bertahun-tahun, saya dan Ronaldo memiliki duel sengit dan kami saling menghormati. Ia datang ke Premier League sebagai pemain muda yang belum dikenal, tetapi dengan cepat beradaptasi dan menjadi mesin sepak bola,” ujar Cole.
Meski begitu, Cole menegaskan bahwa lawan terberat dalam kariernya bukanlah Ronaldo, melainkan Lionel Messi.
Menariknya, Messi sendiri tidak pernah mencetak gol ke gawang tim yang dibela Cole, tetapi pemain Inggris itu tetap menganggapnya sebagai lawan yang paling sulit dihadapi.