Liga Belanda Kehilangan Jatah Lolos Otomatis Liga Champions

Giovanni van Bronckhorst, pelatih Feyenoord, merayakan keberhasilan klub meraih trofi Eredivisie Liga Belanda
Giovanni van Bronckhorst, pelatih Feyenoord, merayakan keberhasilan klub meraih trofi Eredivisie Liga Belanda

Liga Belanda sudah bukan liga elit Eropa lagi. Bukan saja terlempar keluar dari urutan 5-6 besar UEFA. tapi malah keluar dari 10 besar ranking benua itu.

Juara Liga Belanda tidak akan lolos otomatis di babak penyisihan grup Liga Champions tahun depan. Hal ini merupakan pertama kalinya terjadi dalam 25 tahun terakhir.

Juara Eredivisie, Feyenoord, hanya bisa berada di urutan terbawah grup Liga Champions mereka. Vitesse Arnhem yang merupakan wakil Belanda juga berada di posisi terbawah dalam grup Liga Europa mereka musim ini.

Peringkat terbaru UEFA menempatkan Liga Belanda di posisi ke-12 di Eropa.

Advertisement
berita bola
jadwal bola
Mimpi 4D
Mimpi 4D

Keputusan tersebut diambil menyusul kegagalan timnas Belanda untuk mencapai putaran final Piala Dunia di Rusia tahun 2018 dan juga gagal lolos ke putaran final Euro 2016.

Terakhir kali juara Belanda tidak lolos otomatis ke babak penyisihan grup Liga Champions terjadi di musim 1993-94.

Sepak bola Belanda belum pernah mencicipi kesuksesan klub di level Eropa dalam 15 tahun terakhir. Momen emas terkini adalah saat Feyenoord mengalahkan Borussia Dortmund di final Piala UEFA tahun 2002.

Ajax adalah runner-up Liga Europa musim lalu, kalah di partai final dari Manchester United, namun bahkan gagal lolos mencapai tahap grup Liga Champions tahun ini.

Spanyol, Jerman, Inggris dan Italia masing-masing akan memiliki empat tim yang lolos secara otomatis untuk tahap penyisihan grup Liga Champions tahun depan.

Sekedar menyegarkan ingatan Anda, sejumlah nama klub-klub Liga Belanda adalah: PSV Eindhoven, AZ Alkmaar, Ajax, Feyenoord, Utrecht, Vitesse, Groningen, Den Haag, Excelsior, Twenta, dan Roda. Divisi paling elitnya dinamakan Eredivisie.