Lihat Perkelahian Massal Pemain Real Madrid vs Atletico Menit 114

Lihat Perkelahian Massal Pemain Real Madrid vs Atletico Menit 114

Lihat perkelahian massal pemain Real Madrid vs Atletico pada menit 114 final Piala Super Spanyol tadi malam, yang dipicu tekel kejam terhadap Alvaro Morata.

Pada menit 114 sebuah serangan Real Madrid gagal total dan para pemain Atletico melakukan serangan balik kilat. Bola berhasil dikirimkan ke Alvaro Morata yang berlari kencang mengalahkan Federico Valverde. Guna mencegah gol, sang pemain Uruguay itu terpaksa mengambil kaki Morata. Mantan pemain Real Madrid itu jatuh terguling-guling dan wasit berlari mendekat sembari mengacungkan kartu merah.

Tapi masalahnya tidak selesai. Para pemain Los Rojiblancos merasa dribble Morata tadi sudah seharusnya berujung gol, yang akan menyelesaikan final Piala Super Spanyol ini untuk sekali dan selamanya, setelah 90 menit waktu reguler usai 0-0. Demikian juga extra time 2×15 menit terancam usai 0-0.

Satu pemain Los Colchoneros mendatangi Valverde dan mendorong dadanya. Aksi itu disusul pembelaan dari pemain Los Blancos lainnya. Satu disambung yang lain. Situasi nyaris berkembang menjadi perkelahian massal Real Madrid vs Atletico. Wasit terpaksa mencabut empat kartu kuning sekaligus pada menit 114 tersebut guna meredam kekacauan. Tiga untuk pemain Atletico (Jose Gimenez, Stefan Savic dan Angel Correa) Serta satu untuk Dani Carvajal yang dianggap sebagai provokator.

Advertisement
Pulsa Gratis
Pulsa Gratis
RatuCasino77
RatuCasino77

Tapi pengorbanan Valverde ternyata ada gunanya. Pertandingan final Supercopa de Espana di King Abdullah Sports City di Jeddah ini harus dilanjutkan ke adu penalti setelah 120 menit skor tetap 0-0. Dan terbukti emosi anak asuh Diego Simeone masih terlalu tinggi. Eksekutor pertama Saul Niguez gagal. Eksekutor kedua Thomas juga gagal. Skor adu penalti sudah 3-0 saat Kieran Trippier menipiskan 3-1. Tapi tendangan keempat dari Sergio Ramos juga masuk, menjadikan skor 4-1 dan dua penendang dari Los Rojiblancos sudah tak ada gunanya lagi.

Dengan kemenangan ini maka manajer Los Blancos Zinedine Zidane mengukuhkan diri sebagai spesialis final. Sudah sembilan final ia jalani bersama Real Madrid dan ia berhasil memenangkan kesembilan final tersebut.