Lima Kasus Terpopuler! Pemain Sepak Bola yang Meninggal Usai Pingsan di Atas Lapangan

Gilabola.com – Selama lebih dari satu jam, dunia sepak bola menyaksikan dengan ngeri dan kaget ketika salah satu gelandang paling berbakat dari generasi ini, Christian Eriksen, terbaring tak bergerak di lapangan sepak bola di depan penonton tuan rumah.

Laga pembuka grup B Euro 2020 antara Denmark vs Finlandia di Copenhagen pada Sabtu (12/6) malam WIB sempat terguncang oleh Christian Eriksen yang tiba-tiba ambruk di atas lapangan dan tak sadarkan diri meski tanpa kontak apapun dari pemain lawan.

Wasit lantas dengan cepat menghentikan pertandingan, rekan-rekan satu tim mengelilinginya, sementara profesional medis memberinya pertolongan dan perawatan. Terlihat air mata mengalir dari mata rekan satu timnya, sementara setiap fans sepak bola mulai memikirkan yang terburuk: serangan jantung yang bisa merengut nyawa seorang pemain bisa terulang.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
TOTOBET
TOTOBET

Untungnya bahwa laporan terbaru menyebutkan bahwa Christian Eriksen berhasil diselamatkan dari kekhawatiran terburuk. Pihak UEFA dan Asosiasi Sepak Bola Denmark telah mengkonfirmasi bahwa gelandang Inter Milan itu sudah siuman dan kini dalam kondisi stabil.

Sayangnya bahwa pada banyak kasus sebelumnya, ada beberapa pesepak bola yang tidak seberuntung itu karena nyawa mereka tak terselamatkan usai pingsan di atas lapangan selama pertandingan :

Channel Gilabola di Youtube

Marc Vivian Foe

Marc Vivian Foe adalah pemain sepak bola Kamerun yang bermain untuk Manchester City. Pada Juni 2003, timnya menghadapi Kolombia di Prancis selama turnamen internasional. Pada menit ke-72, Vivian Foe tiba-tiba ambruk di tengah lingkaran dan dia kemudian ditandu keluar lapangan setelah gagal menyadarkannya di lapangan. Meskipun dia masih hidup saat tiba di pusat medis stadion, dia meninggal tak lama kemudian.

Hasil otopsi menyimpulkan bahwa kematian Vivian Foe terkait dengan jantung karena ditemukan bukti kardiomiopati hipertrofik, suatu kondisi herediter yang diketahui meningkatkan risiko kematian mendadak selama latihan fisik. Manchester City kemudian mempensiunkan nomor jersey 23 yang dikenakan Vivian Foe di klub mereka.

Antonio Puerta

Bek sayap Sevilla dan Spanyol Antonio Puerta meninggal dunia pada usia 22 tahun setelah pingsan saat melawan Getafe. Dia pingsan setelah berlari menuju gawangnya sendiri, hanya 35 menit memasuki pertandingan di Ramon Sanchez Pizjuan.

Dia meninggal tiga hari kemudian karena kegagalan beberapa organ yang berasal dari serangan jantung yang berkepanjangan. Inilah alasan mengapa Sergio Ramos kemudian mengenakan nomor 15 saat di timnas Spanyol, karena nomor itu adalah peninggalan Antonio Puerta dan kapten Real Madrid itu ingin memberikan penghormatan untuknya.

Phil O’Donnell

Phil O’ Donnel adalah kapten Motherwell yang meninggal karena gagal jantung saat pertandingan melawan Dundee United pada Desember 2007. Gelandang berusia 35 tahun ini memiliki karir yang luar biasa dan bermain untuk Skotlandia, Celtic, dan Sheffield Wednesday dalam karirnya. Dia pingsan tepat saat dia akan diganti dengan masalah gagal jantung akhirnya merengut nyawanya.

Cristiano Jr.

Kematian Junior  adalah salah satu yang paling tragis dalam sejarah sepak bola. Cristiano Sebastiao de Lima Junior tiba di India pada tahun 2003 dan menandatangani kontrak dengan SC East Bengal menjelang musim baru National Football League.

Setelah musim yang indah dengan SC East Bengal, ia bergabung dengan klub Goan Dempo. Pada bulan Oktober 2004, saat pertandingan melawan Mohun Bagan, ia bertabrakan dengan kiper saat dia mencoba mencetak gol keduanya setelah mengejar bola ke dalam kotak. Dia tidak pernah bangun setelah tabrakan itu. Tidak ada dokter di lapangan atau di stadion untuk membantunya, dan pada usia 25 tahun, Cristiano meninggal selamanya.

Cheick Tiote

Cheick Tiote adalah pemain internasional Pantai Gading yang memiliki karir luar biasa di Newcastle United. Cheick Tiote adalah salah satu bintang sepak bola yang mencicipi karir bermainnya di Liga China. Sayangnya pada tahun 2017, ia ambruk saat sesi latihan reguler tim di markas Beijing. Dia dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tak terselamatkan usai terkena serangan jantung.

AHABET
AHABET