Lima Liga Top Eropa Hasilkan Rekor Pendapatan

Lima Liga Top Eropa Hasilkan Rekor Pendapatan

Gilabola.com – Lima liga top Eropa menikmati rekor pendapatan di musim lalu sebagai hasil dari kesepakatan penyiaran baru di Jerman dan pertumbuhan distribusi UEFA ke klub-klub Inggris, menurut data yang dirilis oleh Deloitte (biro akuntan keuangan terkenal berkantor pusat di Inggris) pada hari Kamis.

Penghasilan gabungan dari lima liga top Eropa (Inggris, Spanyol, Jerman, Italia dan Prancis) adalah 15,6 miliar euro (249 triliun rupiah), mewakili peningkatan 6 persen dari musim sebelumnya.

Annual Review of Football Finance ke-28 mengatakan bahwa pasar sepakbola Eropa sekarang bernilai 28,4 miliar euro (454 triliun rupiah) – dimana itu adalah rekor baru – yang juga didorong oleh Piala Dunia tahun lalu di Rusia.

“Sepak bola klub Eropa berada dalam posisi keuangan terkuat yang pernah kami lihat,” kata Dan Jones, mitra dan kepala Grup Bisnis Olahraga di Deloitte.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

“Ini mencerminkan dorongan di antara klub-klub terkemuka untuk menghasilkan pendapatan yang semakin besar untuk mendanai kesuksesan di lapangan dan juga upaya berkelanjutan UEFA untuk meningkatkan profitabilitas dan keberlanjutan klub melalui Financial Fair Play dan lisensi klub.”

“Sementara Premier League mempertahankan posisi terdepan mereka secara finansial, kami berharap melihat liga lainnya terus tumbuh di tahun-tahun mendatang.”

Premier League mempertahankan posisi teratas dengan pendapatan klub naik menjadi 4,8 miliar pound (86,9 triliun rupiah), terutama karena peningkatan distribusi UEFA ketika lima tim berkompetisi di Liga Champions untuk pertama kalinya pada musim 2017-18 sebelumnya.

Bundesliga Jerman naik karena pengaturan siaran baru, yang membuat mereka mengalahkan La Liga Spanyol untuk menjadi liga penghasil pendapatan terbesar kedua di dunia.

Peningkatan pendapatan juga tercermin dalam aktivitas pasar transfer yang memecahkan rekor dari klub Liga Inggris karena rasio upah/pendapatan melonjak menjadi 59 persen pada musim 2017-2018.

Pengeluaran dana transfer berarti laba operasi Liga Inggris turun 16 persen menjadi 867 juta pound (15,71 triliun rupiah), tetapi masih merupakan tingkat profitabilitas tertinggi kedua selama satu musim.

“Dengan penjualan hak siar Liga Inggris domestik dan internasional untuk musim 2019-20 dan 2021-22 semuanya telah terjual, menghasilkan peningkatan pendapatan 8 persen secara keseluruhan, klub Liga Inggris akan menerima peningkatan lebih lanjut dalam distribusi di musim mendatang,” Jones menambahkan.

“Namun, peningkatan itu tidak sepenting dalam dua siklus sebelumnya dan oleh karena itu klub akan bertujuan untuk meningkatkan posisi kompetitif dan keuangan mereka melalui pengembangan dan pertumbuhan pendapatan komersial lainnya.”