Lionel Messi: 10 Momen Ikonik Bersama Barcelona dan Argentina

Lionel Messi: 10 Momen Ikonik Bersama Barcelona dan Argentina

Gilabola.com – Lionel Messi punya begitu banyak momen ikonik dalam karirnya, dengan koleksi 627 gol dan 34 trofi untuk Barcelona maupun enam Ballon d’Or.

Sebagai bagian dari ‘Messi Day’ di BBC Sport, berikut ini dibahas 10 momen ikonik milik megabintang berusia 32 tahun itu untuk Blaugrana maupun Timnas Argentina:

1. Messi mencetak 91 gol dalam setahun

Bahkan oleh eksploitasi mencetak gol yang luar biasa dari Messi dan Cristiano Ronaldo, pemecah rekor Argentina 2012 itu masih tampak tidak masuk akal – 91 gol di tahun kalender tersebut.

Advertisement
Pulsa Gratis
Pulsa Gratis
RatuCasino77
RatuCasino77

Dia mencetak 79 gol untuk Barca dan 12 gol lainnya untuk Argentina, di total 69 pertandingan untuk klub maupun negaranya.

Hal itu cukup untuk membuat Messi menyabet Ballon d’Or ke empat berturut-turut yang belum pernah terjadi sebelumnya, walaupun di tahun 2012 itu dia hanya berhasil memenangkan Copa del Rey untuk sekian banyaknya gol yang dikoleksinya saat itu.

2. Hattrick pertama Messi

Hattrick pertama dalam karir Messi terjadi dalam salah satu pertandingan terbesar di dunia sepak bola. Saat itu, Lionel Messi remaja mencetak ketiga gol yang dibukukan Barca dalam laga El Clasico di tahun 2007 – gol pertamanya di Camp Nou, termasuk sebuah gol brilian di menit-menit akhir setelah ia berhasil mengandaskan penjagaan dua pemain bertahan Real Madrid.

3. Gol paling luar biasa Messi?

Gol Messi yang tercipta dalam leg pertama semi-final Copa del Rey 13 tahun lalu, tetap disebut sebagai prestasi terbesarnya.

Dalam terciptanya sebuah gol luar biasa yang penuh kemiripan dengan tendangan Diego Maradona (non-handball) melawan Timnas Inggris di Piala Dunia 1986, Messi mengambil bola di areanya sendiri, lalu mengalahkan sekitar lima pemain bertahan lawan, mengitari penjaga gawang, kemudian menceploskan si kulit bundar ke gawang lawan.

4. Gol pertama Messi di final Liga Champions

Ada saat-saat ketika sebagian orang mempertanyakan, apakah Lionel Messi bisa mencetak gol ke gawang klub-klub Inggris di ajang Eropa. Dia gagal mencetak gol dalam 10 penampilannya di Liga Champions melawan tim Inggris, sebelum final 2009.

Tapi, tidak ada keraguan lagi ketika Messi melaju ke kotak penalti dan meloncat tinggi untuk menyambut umpan silang Xavi di final Liga Champions pertamanya, dan menyundul bola yang akhirnya berhasil bersarang di gawang Manchester United. Pertandingan itu pula yang menjadi pertemuan pertama Messi dengan pemain yang kemudian menjadi rival sekaligus sahabatnya di Liga Spanyol, Cristiano Ronaldo.

Dua tahun kemudian, Messi yang akan berulang tahun ke-33 pada 24 Juni mendatang, juga kembali mencetak gol dalam Barca menang atas United di final Liga Champions lainnya, atau final ketiga dalam empat kali kemenangan Barca di kompetisi teratas klub-klub elit Eropa tersebut.

5. Messi pecahkan rekor mencetak gol Barcelona

Messi pecahkan rekor mencetak gol di Barcelona saat usianya masih 24 tahun, dengan satu-satunya cara yang dia tahu, yakni dengan hattrick.

Dia samai rekor Cesar Rodriguez dengan bukukan golnya yang ke-232 – lewat gol pertamanya di laga melawan Granada, memecahkannya lewat gol keduanya – masih di laga yang sama, lalu memperpanjang rekor tersebut dengan gol ketiganya.

Messi yang kini berusia 32 tahun, sudah kantongi 627 gol di Barcelona dan akan terus bertambah (saat La Liga dimulai lagi) – hampir 400 gol di atas pemain lain.

6. Gol ke-500 Lionel Messi tercipta dalam laga El Clasico

Kadang-kadang satu gol hampir terlihat terlalu sempurna – dan inilah salah satunya. Messi muncul lewat golnya di masa injury dalam laga melawan Real Madrid di tahun 2017, saat ia berhasil mencetak gol dari tepi area penalti. Gol itu membawa Barca memenangkan El Clasico saat itu, sekaligus menjadi golnya yang ke-500 untuk Barcelona dan membawa Blaugrana ke puncak klasemen sementara (meskipun El Real yang kemudian memenangkan liga saat itu).

Saat itu, Messi juga lakukan selebrasi ikonik dengan melepas kaos jersey-nya dan membentangkannya ke arah tribun penonton yang dipenuhi para suporter El Real. Saat itu juga, para suporter fanatik Los Blancos merasa dongkol karena melihat langsung siapa nama pembobol gawang Madrid saat itu.

7. Messi menangkan Ballon d’Or keenam

Messi menangkan Ballon d’Or keenamnya – yang juga menjadi sebuah rekor, pada Desember tahun lalu dan membawanya berada di atas rival beratnya, Cristiano Ronaldo yang mengoleksi lima trofi yang sama, setelah Messi mencetak 54 gol untuk klub maupun negaranya di musim 2018/19.

Itu menjadi Ballon d’Or kedua sejak 2012, setelah terakhir ia memenangkannya pada 2015 silam. Messi berturut-turut bukukan ke enam Ballon d’Or-nya pada tahun 2009, 2010, 2011 dan 2012, dilanjutkan pada 2015 dan tahun 2019 yang baru lalu.

“Saya masih memiliki tahun-tahun indah di hadapan saya,” ujar Messi saat menerima penghargaan Ballon d’Or tahun lalu.

8. Messi memecahkan rekor mencetak gol La Liga

Satu lagi rekor mencetak gol terpecahkan, dan lagi-lagi dilakukan Lionel Messi melalui hattrick-nya.

Ia berhasil samai rekor gol Telmo Zarra sebanyak 251 gol lewat aksi tendangan bebasnya, sebelum akhirnya memecahkan rekor tersebut dan memperpanjang rekornya lewat gol ketiga.

Messi kini telah mencetak 438 gol La Liga – hampir 200 gol dari rekor lamanya, dan lebih dari 100 gol di atas catatan Ronaldo – yang bukukan 311 gol sebelum ia tinggalkan Real Madrid dan pindah ke Juventus.

9. Messi mencetak empat gol ke gawang Arsenal

Messi mencetak empat gol untuk pertama kali dalam karirnya, saat Barca bertemu Arsenal di leg kedua perempat final Liga Champions 2010 dan membuat the Gunners tersingkir di fase tersebut, setelah Messi membawa Barca bukukan agregat 6-3. Empat golnya tersebut berhasil melampaui hattrick-nya ke gawang Manuel Almunia.

Messi kemudian mencetak lima gol di laga melawan Bayer Leverkusen, saat Blaugrana menang 7-1 di leg kedua babak 16 besar Liga Champions di musim 2011/12. Messi pun menjadi pencetak gol terbanyak kedua dalam sejarah Liga Champions dengan 114 gol, di belakang CR7.

10. Lionel Messi memenangkan Bola Emas Piala Dunia

Secara teori, ini seharusnya menjadi salah satu momen terbesar Lionel Messi, di mana ia dinobatkan sebagai pemain terbaik di Piala Dunia. Kurangnya trofi internasional seniornya (ia memenangkan Olimpiade 2008) kerapkali buyar dalam debat yang akhirnya mengukuhkan ia sebagai pemain terhebat sepanjang masa.

Tapi itu menjadi keputusan aneh, dengan banyaknya pengamat yang berpikir Messi mengecewakan di babak sistem gugur, setelah mencetak empat gol di fase grup. Selain itu, Messi juga dinilai mengecewakan saat Argentina kalah terakhir kali dari Jerman.

Bahkan presiden FIFA, Sepp Blatter, mengatakan dia ‘sedikit terkejut’. Begitu juga legenda Argentina, Diego Maradona, menyebut keputusan itu ‘tidak adil’.

Kekalahan terakhir di Brasil itu mungkin memiliki jarak yang paling dekat dalam upayanya untuk membawa Argentina memenangkan Piala Dunia. Terakhir di Piala Dunia Rusia 2018 lalu, Argentina hanya berhasil sampai di perempat-final, walau Messi bukukan gol mengesankan ke gawang Nigeria.

Lionel Messi sempat menyatakan pensiun dari sepak bola internasional pada 2016 lalu, setelah Argentina kalah di final Copa America untuk ketiga kalinya. Namun, hal itu hanya berlangsung beberapa bulan saja, hingga Messi kemudian kembali ke timnas dan sekali lagi mempertimbangkan masa depannya setelah Piala Dunia 2018, walau ia mengaku akan tetap membela Argentina di ajang internasional sejauh ini.