Lionel Messi Bertanding di Israel 18 Bulan Setelah Menolaknya

Lionel Messi Bertanding di Israel 18 Bulan Setelah Menolaknya

Gilabola.com – Lionel Messi dan Timnas Argentina tiba di Israel, Minggu (17/11) waktu setempat, untuk laga persahabatan kontra Uruguay – 18 bulan setelah ia menolak bertanding di wilayah tersebut.

Argentina dan Uruguay akan bertemu pada Senin malam waktu setempat atau Selasa (19/11) dinihari WIB, dalam pertandingan yang diharapkan akan menjadi ajang pertemuan antara Messi dengan sahabat satu timnya di Barcelona, Luis Suarez, di sebuah laga persahabatan.

Sementara sebelumnya, Juni 2018, Messi menolak untuk bertanding di wilayah Israel atas nama duta Unicef, yang mengecam banyaknya aksi kekerasan yang dialami anak-anak Palestina di Jalur Gaza.

Nmun, webcast yang menyiarkan tayangan live memperlihatkan gambar saat tim Argentina turun dari pesawat di Bandara Ben Gurion di sekitar Tel Aviv, dan naik bus tim di landasan, tanpa berbicara dengan juru kamera.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Dalam konferensi pers yang kemudian digelar di sebuah hotel di Tel Aviv, Scaloni mengatakan Messi akan bermain dalam pertandingan ini meskipun jadwalnya cukup menyiksa. Messi baru saja bermain melawan Brasil juga di sebuah pertandingan persahabatan di Arab Saudi dua hari sebelumnya.

“Messi bermain. Jadi Anda bisa tetap tenang menonton,” ujar Scaloni kepada wartawan dalam bahasa Spanyol, seperti dilansir Sports.NDTV.

Namun Scaloni mengatakan, dia akan memutuskan lineup Starting XI skuadnya pada Senin siang – hanya beberapa jam menjelang laga, setelah Lionel Messi dan rekan-rekannya beristirahat. “Mereka lelah, walau tak alami masalah fisik, tapi mereka lelah. Jadi kita akan menunggu sampai besok siang,” tandasnya.

Pelatih Uruguay Prihatin Palestina

Timnas Uruguay sendiri sudah tiba di Israel sejak Sabtu (16/11) waktu setempat. Pelatih Oscar Tabarez pada hari Minggu mengaku, ia prihatin dengan perjalanan itu setelah melihat gambar-gambar tentang kekerasan yang meletus antara tentara Israel dan warga Palestina di Jalur Gaza pada akhir pekan kemarin.

“Saya sangat khawatir. Karena dari Montevideo, misalnya, mereka mengirimi kami foto-foto rudal yang meledak di udara, dan kami tidak punya pengalaman dalam hal itu,” ujar Tabarez.

Pertandingan persahabatan pada Selasa dinihari nanti akhirnya digelar setelah pembatalan pertandingan persahabatan Pra-Piala Dunia antara Argentina dan Israel pada Juni 2018 yang terjadi setelah adanya seruan boikot.

Telaah lain dari pembatalan saat itu, karena pertandingan tersebut akan digelar di Yerusalem, dan hal itu memicu kemarahan Palestina, hingga kritik mengalir terhadap Argentina secara online. Israel menganggap Yerusalem sebagai ibu kota ‘tak terpisahkan’, sementara Palestina mengklaim bagian timur kota – diduduki Israel pada 1967 dan kemudian dianeksasi – sebagai ibukota negara masa depan mereka.

Namun, berbeda dengan rencana laga persahabatan kali ini, Asosiasi Sepakbola Palestina sama sekali tidak berkomentar apalagi mengeluh dengan rencana tersebut, karena pertemuan antara Lionel Messi dan kawan-kawan dengan Timnas Uruguay akan digelar di kota berbeda, yakni di Tel Aviv.