Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina Usai Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

GILABOLA.COM – Lionel Messi akhirnya mengambil keputusan besar setelah luka kekalahan di final Piala Dunia 2026. Penyerang berusia 39 tahun itu mengumumkan pensiun dari sepak bola internasional bersama Argentina.

Messi menyampaikan keputusan tersebut pada Senin melalui Instagram. Ia mengakui bahwa meninggalkan tim nasional bukan keputusan mudah.

“Ini adalah keputusan yang menyakitkan dan masih terasa jauh di dalam jiwa saya, tetapi saya memahami bahwa sekarang adalah waktu yang tepat,” tulis Messi.

Keputusan itu datang hanya beberapa pekan setelah Argentina kembali mencapai final Piala Dunia. Kali ini, langkah mereka terhenti di tangan Spanyol.

Messi Gagal Ulang Kejayaan 2022

Empat tahun lalu di Doha, Messi membawa Argentina menjadi juara dunia setelah mengalahkan Prancis melalui adu penalti.

Harapan mengangkat trofi lagi sempat terbuka di Piala Dunia 2026. Messi bahkan tampil penting dalam perjalanan Argentina menuju partai puncak.

Ia mencetak delapan gol dan memberikan dua assist sepanjang turnamen. Salah satu kontribusi terbesarnya terjadi saat Argentina melakukan comeback dramatis melawan Inggris di semifinal.

Namun final di MetLife Stadium menjadi cerita berbeda.

Dapatkan berita terupdate dari Gilabola.com di Google News. Tambahkan sebagai sumber pilihan

Argentina kalah 1-0 dari Spanyol. Messi terlihat menangis setelah menerima medali runner-up.

Usai pertandingan, ia menggambarkan rasa sakit akibat kekalahan tersebut sebagai sesuatu yang sangat besar. Luka itu, menurut Messi, akan membutuhkan waktu lama untuk sembuh.

Kini, hanya beberapa waktu setelah pertandingan tersebut, Messi memilih menutup babak kariernya bersama Argentina.

Messi Merasa Sudah Berikan Segalanya

Dalam pernyataannya, Messi menegaskan bahwa dirinya tidak menyesal dengan seluruh perjalanan bersama tim nasional.

“Saya bersumpah selalu memberikan segalanya, bukan hanya dalam beberapa tahun terakhir ketika kami memenangkan semuanya, tetapi juga sebelumnya. Saya selalu berjuang dan memberikan seluruh kemampuan saya untuk seragam ini,” katanya.

Messi juga merasa waktunya sudah tiba bagi pemain-pemain muda Argentina untuk meneruskan perjuangan.

“Saya mencintai, saya telah mencintai, dan saya akan selalu mencintai berada di tim nasional,” tulisnya.

“Saya memberikan semua yang saya miliki, saya tidak punya apa-apa lagi untuk diberikan, dan selain itu, ada beberapa pemain muda yang sangat berbakat di belakang saya yang layak berada di sana.”

Karier internasional Messi dimulai pada 2005. Saat itu, Jose Nestor Pekerman memanggilnya ketika masih berusia 18 tahun.

Dalam 21 tahun bersama Argentina, Messi mencatat 207 penampilan dan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah negaranya dengan 125 gol.

Ia juga memenangkan Copa America pada 2021 dan 2024, selain gelar Piala Dunia 2022.

Kepergian Messi Tinggalkan Ruang Besar

Hubungan Messi dengan Argentina tidak selalu mudah. Sebelum era penuh trofi dalam beberapa tahun terakhir, posisinya di hati publik Argentina belum setara dengan sejumlah ikon nasional seperti Diego Maradona atau Pope Francis.

Messi sendiri pindah ke Catalonia pada usia 13 tahun untuk bergabung dengan Barcelona. Ia sebenarnya bisa memilih membela Spanyol, tetapi akhirnya tetap memilih Argentina.

Angel Di Maria, rekan setim Messi sekaligus juara dunia 2022, memberikan penghormatan khusus atas pilihan tersebut.

“Kami akan selamanya berterima kasih kepadamu karena menjadi orang Argentina dan telah membawa Argentina ke puncak dunia,” kata Di Maria.

“Karena telah memilih menjadi orang Argentina ketika kamu bisa memilih sesuatu yang lain. Terima kasih untuk semuanya.”

Presiden FIFA Gianni Infantino juga menyebut Messi sebagai “salah satu pemain terhebat yang pernah dilihat olahraga kami” dan berterima kasih karena telah memberikan begitu banyak kebahagiaan kepada jutaan penggemar sepak bola.

Presiden Argentina Javier Milei hanya menulis singkat di media sosial: “Terima kasih banyak, manusia luar biasa.”

Masih Terikat Dengan Inter Miami

Pensiun dari sepak bola internasional tidak berarti Messi langsung berhenti bermain sepak bola.

Kontraknya bersama klub Major League Soccer, Inter Miami, masih berjalan hingga akhir musim 2028.

Sebelumnya, setelah ayahnya, Jorge, meninggal pada Agustus, Messi sempat mengaku memiliki “keraguan serius” untuk terus bermain sepak bola dalam waktu yang lama.

“Saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan tanpamu, saya tidak tahu bagaimana melanjutkannya. Saya hanya bermain sepak bola, dan sekarang saya memiliki keraguan serius untuk terus melakukannya dalam waktu yang lebih lama,” ujarnya kala itu.

Kini keputusan untuk Argentina sudah dibuat.

Bagi Ernesto Godoy, seorang guru berusia 38 tahun di Buenos Aires, pensiunnya Messi menjadi akhir dari karier luar biasa.

“Di sana ada Maradona, kemudian kekosongan, lalu Messi, dan sekarang kami akan mengalami kekosongan itu lagi, hidup tanpa Messi, seperti yang dialami Argentina tanpa Maradona,” katanya.

Dan setelah 207 pertandingan, 125 gol, dua Copa America serta satu Piala Dunia, sulit mengatakan bahwa Messi masih memiliki utang kepada negaranya.