Luis Enrique Dorong Gelandang Atletico Lampaui Level Busquets

Luis Enrique, Timnas Spanyol
Luis Enrique dalam sesi latihan timnas Spanyol

Gilabola.com –  Luis Enrique mendorong gelandang muda Atletico Madrid, Rodri, untuk menjadi pemain tengah yang lebih baik dibandingkan Sergio Busquets.

Pesepak bola berusia 22 tahun itu berhasil mempertahankan posisinya di tim nasional Spanyol untuk laga persabahatan kontra Wales, dilanjutkan dengan laga UEFA Nations League kontra Inggris.

Sebelumnya Rodri pernah membela Villarreal, tapi memutuskan kembali ke Wanda Metropolitano. Keputusan itu dibayar oleh Diego Simeone dengan kepercayaan sebagai starter dalam enam pertandingan Liga Spanyol.

Luis Enrique Berterima kasih ke Lopetegui

Banyak pihak berkata bahwa permainan Rodri mirip dengan gelandang Barcelona Sergio Busquets, sesuatu yang disepakati oleh Luis Enrique.

Advertisement
berita bola
jadwal bola
Mimpi 4D
Mimpi 4D

Mantan manajer Celta Vigo, AS Roma dan Blaugrana ini percaya Rodri bisa tampil lebih baik dari bekas anak asuhnya itu. Namun Enrique mewanti-wanti agar pemain muda itu tidak diberikan beban ekspektasi yang terlalu tinggi dari masyarakat karena usianya dan masih dalam perkembangan.

“Saya sudah pernah berbicara soal kesamaan mereka,” ucap Enrique pada jumpa pers.  “Tidak baik terlalu banyak memberikan pujian dan usianya masih sangat muda. Namun Rodri mampu memberikan penampilan seperti seorang profesional dan mental yang telah matang.”

“Dia bisa menyamai level permainan Busquets dan mungkin melampauinya. Siapa yang tahu batasan yang ia miliki?”

Selain Rodri, Sergio Ramos juga kembali masuk skuad La Roja setelah tidak tampil dalam kekalahan Real Madrid di kandang CSKA Moscow pada ajang Liga Champions.

Bagi Luis Enrique keputusan tidak memainkan Ramos itu disambut gembira dan ia berharap pelatih-pelatih lainnya mengikuti jejak Julen Lopetegui.

“Luar biasa apa yang Lopetegui katakan dan lakukan sebab musim masih panjang,” tambahnya. “Kita harus memberi pemain waktu beristirahat. Saya khawatir soal para pemain dan jadwal bermain, tapi itu sesuatu yang kita tidak bisa ubah.”

“Kita harus menerima jadwal-jadwal tersebut dan mencoba mengontrolnya dengan [mempertimbangkan] beban laga-laga yang dilakoni.”