Manchester United membuang keunggulan 2-0 saat melawan Brighton dan tersingkir dari Carabao Cup setelah mengalami keruntuhan di Old Trafford.
Michael Carrick kembali menghadapi masalah besar setelah Manchester United membuang keunggulan dua gol saat menghadapi Brighton.
Setan Merah secara mengejutkan tumbang setelah sempat unggul 2-0 di Old Trafford dalam pertandingan Carabao Cup.
Kostoulas, Pascal Gross, dan Maxim De Cuyper menjadi mimpi buruk bagi Manchester United.
Ketiganya membawa Brighton membalikkan keadaan melalui gol-gol yang tercipta sebelum dan sesudah turun minum.
Kekalahan tersebut memperlihatkan persoalan yang masih menghantui Manchester United, yakni belum adanya gaya bermain yang benar-benar jelas.
Tim asuhan Carrick terlalu sering mengandalkan momen individual untuk keluar dari situasi sulit.
Hal itu terlihat jelas dari dua gol Manchester United ke gawang Brighton.
Gol pertama lahir dari aksi individu Shea Lacey. Sang pemain melewati beberapa pemain Brighton sebelum melepaskan tembakan keras ke tiang dekat.
Beberapa menit kemudian, Manchester United menggandakan keunggulan.
Setan Merah melakukan pressing dengan baik dan berhasil merebut bola. Mason Mount kemudian menerima umpan sederhana sebelum menyelesaikan peluang tersebut menjadi gol.
Di luar dua momen itu, Manchester United nyaris tidak memberikan ancaman berarti.
Situasinya mengingatkan pada Derbi Manchester sebelumnya. Saat itu, United sempat memiliki keunggulan jumlah pemain setelah Phil Foden menerima kartu merah.
Namun, Manchester United tetap kesulitan menciptakan peluang dan akhirnya kalah akibat gol kontroversial Erling Haaland.
Pada laga melawan Brighton, United juga kehilangan sosok kreator utama mereka, Bruno Fernandes, yang baru masuk pada menit ke-71.
Kondisi tersebut semakin memperlihatkan masalah yang lebih besar di tubuh Setan Merah.
Mereka terlalu sering menunggu sesuatu terjadi dibandingkan menciptakan peluang sendiri.
Ketika pemain Manchester United mendapatkan bola, tidak terlihat rencana berikutnya yang jelas. Bahkan ketika situasi pertandingan berubah, tidak ada Plan B yang mampu mengubah keadaan.
Sebagian penggemar mungkin menunjuk komposisi pemain lapis kedua sebagai alasan kekalahan.
Akan tetapi, Manchester United tetap membutuhkan para pemain tersebut karena mereka masih harus bertarung di berbagai kompetisi musim ini.
Carrick kini memiliki pekerjaan besar untuk membenahi tim jika Manchester United ingin kembali ke papan atas sepak bola Eropa musim depan.
Kekalahan dari Brighton juga menjadi salah satu eliminasi memalukan Manchester United di Carabao Cup.
Untuk pertama kalinya dalam 50 tahun, Setan Merah membuang keunggulan dua gol di kandang sendiri dalam kompetisi tersebut.
Satu-satunya sisi positif bagi Manchester United adalah mereka kini memiliki satu kompetisi lebih sedikit untuk dijalani.

