Manajer Timnas Italia Roberto Mancini Akui Mulai Rindukan Melatih di Level Klub

Roberto Mancini meninggalkan peran sebagai manajer klub dan berganti untuk melatih timnas Italia sejak Mei 2018, dan kini dia mengakui bahwa terkadang pekerjaan di level internasional akan terasa membosankan ketika lama tidak ada pertandingan.

Bos timnas Italia Roberto Mancini mengungkapkan bahwa dia terkadang merindukan untuk melatih kembali di level klub dan mengatakan Serie A sekarang menjadi kompetisi yang menyenangkan dan kompetitif karena ada tujuh atau delapan tim yang bersaing untuk posisi teratas.

Mantan juru taktik Lazio, Inter Milan, dan Manchester City itu memimpin kebangkitan Gli Azzurri yang sebelumnya gagal lolos ke Piala Dunia 2018 di era Giampiero Ventura, dengan taktisi berusia 56 tahun kemudian masuk untuk membawa negaranya memenangi Euro 2020 selama musim panas.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Jelang laga timnas Italia selanjutnya di semifinal UEFA Nations League, Roberto Mancini berbicara kepada BoboTV, di mana dia menjawab pertanyaan dari Christian Vieri, Nicola Ventola, Lele Adani, dan Antonio Cassano.

Ditanya apakah dia tertarik untuk kembali melatih di level klub, dia menjawab, “Saya sedikit merindukannya dalam kehidupan sehari-hari. Ketika Anda banyak pertandingan dengan tim nasional, seperti dalam beberapa bulan terakhir, saya hanya sedikit merindukan pekerjaan di level klub. Tetapi ketika lima bulan harus berlalu tanpa ada pertandingan, itu lebih sulit, seperti November hingga Maret yang panjang, atau Maret hingga Juni.”

Kemudian Roberto Mancini melanjutkan untuk membahas Serie A, di mana Napoli berada di puncak klasemen setelah enam pertandingan dengan poin sempurna, dan dia yakin bahwa persaingan di musim ini sangat kompetitif karena banyak tim yang bersaing untuk memperebutkan posisi teratas.

“Ini kompetisi yang menyenangkan dan kompetitif,” lanjutnya. “Akan ada tujuh atau delapan tim yang akan bertarung untuk menjadi yang teratas, termasuk Juventus. Menurut saya, mereka akan bangkit kembali. Saya pikir itu bisa menyenangkan, tidak ada favorit mutlak. Napoli bagus, begitu pula Milan. Tapi ada banyak tim kuat lainnya di belakang mereka.”

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO