Marah Dijuluki Penipu, Maradona Tolak Film Barunya

Marah Dijuluki Penipu, Maradona Tolak Film Barunya

Diego Maradona menyambut film baru tentang hidupnya dengan cemoohan pada Senin (20/5) waktu setempat, dan memberi tahu orang-orang untuk tak menontonnya ketika dirilis bulan depan.

Poster untuk film dokumenter berdurasi dua jam tentang penyerang Argentina yang kontroversial itu menyebutkan Diego Maradona: Pemberontak. Pahlawan. Penipu. Tuhan. ‘Dengan pemenang Piala Dunia kecewa dengan mainkan Penipu’.

“Saya bermain sepakbola dan saya menghasilkan uang dengan mengejar bola. Saya tidak menipu siapapun,” ujar Diego Maradona kepada Univision dalam sebuah wawancara.

“Jika mereka menempatkan itu (kata penipu) di sana untuk membuat orang pergi dan melihat film itu, maka saya pikir mereka akan melakukannya dengan cara yang salah. Saya tidak suka judulnya, dan jika saya tidak suka judulnya, maka saya tidak akan suka filmnya. Jangan pergi menontonnya,” tambahnya.

Maradona Belum Nonton Sudah Bereaksi

Advertisement
advertisement
advertisement
DepoToto
DepoToto

Sutradara Asif Kapadia, yang membuat film dokumenter pemenang penghargaan ‘Amy’ dan ‘Senna’, sebelumnya mengatakan Maradona belum melihat film itu. Dia juga mengakui, ia tertarik pada reaksi sang pemain ketika melihat filmnya tersebut.

“Kami berurusan dengan catatan sejarah yang jauh ke belakang, akan ada banyak gambar yang dia (Maradona) sendiri belum lihat tentang dirinya, keluarganya, anak-anaknya,” kata Kapadia kepada Reuters dalam sebuah wawancara.

“Jadi, saya pikir itu akan menjadi sangat emosional baginya,” ujar Kapadia yang akui filmnya tersebut akan dirilis secara umum pada 14 Juni 2019.

Lewatkan Peluncurannya

Maradona yang saat ini menjadi pelatih tim divisi dua Meksiko, Dorados, melewatkan peluncuran film dokumenternya itu di Cannes pada Minggu (19/5) lalu.

“Tidak peduli berapa banyak film pendek yang ditunjukkan kepada kita atau seberapa sangat menarik itu, semua kenyataan itu tidak dapat menambahkan untuk mengungkapkan apa yang ada di dalam diri orang itu,” demikian ulasan majalah perdagangan dan hiburan Amerika Serikat, Variety, tentang film dokumneter tersebut.