Mats Hummels Gerah Timnas Jerman Dikritik Terus

Berita Bola - Mats Hummels membela rekan-rekan satu timnya di Timnas Jerman yang terus dikritik.
Berita Bola - Mats Hummels membela rekan-rekan satu timnya di Timnas Jerman yang terus dikritik.

Berita Bola – Mats Hummels sebut kritik yang diarahkan kepada tim nasional Jerman, usai dikalahkan Belanda tiga gol tanpa balas, tidak menghargai kerja keras para pemain.

Die Mannschaft menjadi juru kunci Grup A UEFA Nations League tanpa sebiji poin pun setelah dipermalukan Belanda tiga gol tanpa balas, Minggu (14/10) dini hari WIB kemarin.

Sebelumnya Jerman bermain imbang kontra juara Piala Dunia 2018, Prancis, dengan Joachim Low harus pulang lebih awal di kompetisi akbar empat tahunan tersebut.

Kekalahan di tangan Belanda itu mendatangkan kritik dari media dan para suporter. Hal ini membuat Mats Hummels gerah. Menurut dia, justru Jerman harus mendapatkan dukungan lebih banyak pada saat-saat yang tidak menguntungkan seperti ini.

BACA:  Jadwal Piala AFF 2018 Minggu Ini, Thailand vs Indonesia

Mats Hummels merasa pemain bagai pesepak bola amatiran

Bek Bayern Munchen ini bahkan menyebut para kritikus turut andil dalam penurunan performa ini karena membuat para pemain merasa seperti pesepak bola amatir.

“Saat ini mereka [kritikus] sedang melakukan penyerangan. Bagi saya itu tidak menunjukkan rasa hormat,” ucap Hummels pada Sport1.

“Kritik-kritik itu tidak menghargai apa yang para pemain perlihatkan. Ini bukan berarti kami masih tinggal dalam bayang-bayang kesuksesan di masa lalu (Piala Dunia 2014 di Brasil).”

“Memang betul kami mempunyai tim yang sangat kompetitif. Kami diperkuat para pemain terbaik dan biasanya bermain apik di timnas, tapi kami diperlakukan seperti amatiran.”

“Kami harus menerima kritikan-kritikan tersebut dan itu yang selalu terjadi di dunia sepak bola dalam kaitannya dengan media dan para suporter. Kami harus menerima sikap tidak hormat ini.”

BACA:  Indonesia Diminta Tenang Ladeni Kelakuan Minus Timor Leste

“Hasil pertandingan kemarin adalah campuran dari kesialan dan kegagalan mengkonversikan peluang-peluang dalam penyerangan, tapi kebobolan tiga gol itu terlalu banyak.”

“Menurut saya kami belum pernah melakoni laga yang buruk sejak Piala Dunia kemarin tapi kami pun tidak meraih hasil yang bagus juga.”

“Kami tidak bermain baik dan tidak meraih hasil-hasil yang maksimal di Piala Dunia. Suasana di ruang ganti pun sedikit berbeda.”

“[Sedangkan di pertandingan kemarin] kami bermain baik tapi gagal meraih hasil yang diinginkan, dan tentu saja kami membuat kesalahan-kesalahan dengan kebobolan tiga gol tersebut. Secara umum pertandingan kemarin tidak buruk.”