Mauricio Pochettino Ogah Disamakan Dengan Pendahulunya di PSG

Gila Bola – Pelatih Paris Saint-Germain asal Argentina, Mauricio Pochettinon enggan jika harus disamakan dengan pendahulunya, terutama Thomas Tuchel ataupun Unai Emery karena situasi yang berbeda.

Menjadi pelatih dari tim yang memiliki ambisi besar seperti raksasa Prancis, Paris Saint-Germain tentunya akan selalu mendapatkan tekanan serta perbandingan. Hal tersebut juga pastinya di alami oleh taktisi baru dari PSG, Mauricio Pochettino yang baru masuk menangangai klub tersebut pada pertengahan musim ini.

Mantan taktisi Tottenham Hotspur tersebut menggantikan peran dari Thomas Tuchel yang dipecat menjelang paruh kedua dari musim yang kini sedang berjalan. Masih belum tercatat sebagai pelatih dari klub manapun, Pochettino akhirnya dipilih oleh manajemen dari PSG untuk menangani tim yang banyak dihuni pemain-pemain bintang tersebut.

Advertisement
QQCepat
QQCepat

Sebagai pengganti langsung dari Tuchel, tak ayal memang Pochettino mulai dibandingkan kinerjanya dengan taktisi asal Jerman yang sekarang menukangi Chelsea itu. Akan tetapi, mantan pelatih dari Espanyol tersebut merasa perbandingan antara dirinya dengan Tuchel ataupun Emery sangatlah tidak adil dan tepat.

Dalam wawancaranya dengan Le Parisien yang dikutip PSGtalk.com, Pochettino merasa sangat tidak tepat membandingkan dirinya dengan para taktisi raksasa Ligue 1 sebelumnya, karena situasi yang berbeda. Pelatih asal Argentina tersebut merasa bahwa menangani sebuah tim pada saat kompetisi sedang berlangsung tidak bisa disamakan dengan menjadi pelatih sejak awal musim.

Saat ini menurut Pochettino dia berusaha memanfaatkan serta mengoptimalkan sumber daya yang sudah dia miliki dalam tim dengan sebaiknya. Proyek yang saat ini dia tangani bisa dibilang bukanlah yang disiapkan dari awal oleh pelatih yang pernah membawa Tottenham ke final Liga Champions itu.

Bagi Pochettino momen yang paling pas untuk membandingkannya dengan Tuchel maupun pelatih lainnya adalah mulai musim depan, karena taktisi asal Argentina tersebut akan memimpin tim di awal musim. Menjadi taktisi sebuah klub sejak awal, pastinya memberikan banyak keuntungan, seperti bisa menyiapkan daftar pemain incaran ataupun memimpin para pemain dalam persisapan pra-musim yang pastinya penting untuk meningkatkan kekompakan serta pengertian antar pemain dan pelatih.