Mauricio Pochettino Siap Bawa Lionel Messi ke PSG

Gilabola.com – Mauricio Pochettino adalah kandidat favorit untuk memimpin di Paris Saint-Germain setelah Thomas Tuchel dipecat sebagai pelatih kepala pada 24 Desember, kendati bos Jerman berhasil membawa klub mencapai babak final Liga Champions di musim 2019/2020.

Menariknya nasib Thomas Tuchel juga nyaris sama dengan Mauricio Pochettino, yang juga dipecat oleh klubnya Tottenham Hotspur hanya beberapa bulan pasca kekalahan mereka di partai puncak Liga Champions, hanya bedanya mantan bos Dortmund tetap memenangkan trofi untuk PSG di kompetisi domestik.

Usai dikabarkan telah menyetujui kontrak dengan pihak juara Ligue 1, manajer Argentina itu langsung dikaitkan dengan upaya membawa mantan anak asuhnya Christian Eriksen ke Parc des Princes, apalagi sebelumnya pihak Inter Milan juga sempat tertarik pada pertukaran pemain yang melibatkan Leandro Paredes.

Advertisement
K9Win
K9Win

Kini manajer berusia 48 tahun itu bahkan siap membawa nama yang lebih besar lagi ke ibukota Prancis jika akhirnya dipercaya mengemban tugas di Paris Saint-Germain, dengan dia disebut-sebut bisa membawa rekan senegaranya Lionel Messi ke klub pada musim panas mendatang dengan status bebas transfer.

PSG telah dikaitkan kuat dengan kepindahan pemenang enam Ballon d’Or ketika kontraknya berakhir pada 30 Juni, dengan ikon Barcelona itu dapat berbicara dengan klub lain mulai 1 Januari, dan Mauricio Pochettino tidak pernah menyembunyikan keinginannya untuk melatihnya.

Menurut Le Parisien, Lionel Messi bisa bermain untuk kompatriotnya di Parc des Princes musim depan. Apalagi La Pulga sudah memiliki beberapa teman di skuat PSG, terutama Neymar, selain juga rekan timnas Argentina macam Angel di Maria, Leandro Paredes, dan Mauro Icardi.

Bagaimanapun, pemilihan presiden di Barcelona pada 24 Januari akan sangat berpengaruh pada masa depan Messi, meskipun semua pra-kandidat mengatakan bahwa pemain berusia 33 tahun itu ada dalam rencana mereka, tapi tidak dapat dipungkiri bahwa gajinya yang mencapai 1,2 Trilyun rupiah juga diakui memberatkan para calon presiden untuk mempertahankannya.