Merasa Diperalat Mbappe, LaLiga Laporkan PSG ke UEFA, EU dan Pemerintah Perancis

Real Madrid merasa dikepretin oleh Kylian Mbappe dan PSG. Belum pernah ada sejarahnya pemain menolak tawaran transfer dari Los Blancos, sampai kasus pengumuman secara resmi tadi malam bahwa striker Perancis itu memilih Les Rouge-et-Bleu.

Sampai dengan beberapa bulan silam, bahkan sampai dua atau tiga pekan lalu, kuat sekali kesan bahwa Mbappe sudah memutuskan diri keluar dari PSG dan memilih klub impian masa kecilnya, Real Madrid.

Mendadak dalam 72 jam terakhir, muncul berbagai sanggahan dari pihak Les Parisiens dan juga dari ibu sang bintang yang bertindak sebagai agen, Fayza Lamari, bahwa tidak ada kesepakatan yang pasti dengan raksasa LaLiga tersebut.

Advertisement
KaikoSlot
KaikoSlot
TOTOBET
TOTOBET
GITARTOGEL
GITARTOGEL

Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah Mbappe melakukan deal dengan kedua belah pihak, menggunakan tawaran yang satu untuk dijadikan senjata menaikkan tawaran lainnya? Para pendukung Los Blancos sangat berhak untuk merasa dikhianati oleh sikap sang pemain, menggunakan tawaran dari Florentino Perez untuk menaikkan bargaining position di depan klub Qatar tersebut.

Seperti dibocorkan oleh pengamat bola Spanyol, Guillem Balague, salah satu faktor terpenting yang membuat kubu pemain muda itu tergoda adalah duit besar dalam bentuk bonus penandatanganan sebesar 2,25 Trilyun rupiah.

Real Madrid menjanjikan jumlah uang serupa jika Mbappe bersedia meneken perjanjian di ibukota Spanyol itu, tetapi terlihat di sini bahwa ada faktor lain yang berperan di sini. Apakah itu faktor Paris sebagai kota kelahirannya dan bahwa keluarganya berkumpul di sana semua. Atau kemungkinan Mbappe memiliki hak veto untuk memutuskan siapa saja pemain yang akan direkrut PSG dan siapa pelatih berikutnya jika Mauricio Pochettino pergi.

Apa pun itu, sikap PSG sudah menyinggung harga diri Real Madrid dan otoritas LaLiga akan melaporkan sikap tidak etis klub raksasa Ligue 1 ini ke otoritas sepak bola Eropa, ke Uni Eropa dan ke pemerintah Perancis.

Mereka menyoroti besarnya pengeluaran klub Les Rouge-et-Bleu tersebut, di luar gaji para pemain, dan kaitannya dengan Financial Fair Play.

AHABET
INDOTOGEL
AHABET
INDOTOGEL
BANDARTOGEL77
TEXASPOKERCC
JAYAPOKER
HKINDO
Berita SebelumnyaKlub LaLiga Jelang Bangkrut Masih Bisa Finish di Setengah Teratas Klasemen
Berita SelanjutnyaMbappe Rayakan Kontrak Baru di PSG Dengan 3 Gol ke Gawang Metz