Mohamed Salah Siap Mulai Piala Afrika yang Diwarnai Pemain Ngambek

Mohamed Salah Siap Mulai Piala Afrika yang Diwarnai Pemain Ngambek

Beberapa jam lagi striker Liverpool Mohamed Salah membela Mesir pada laga perdana Piala Afrika 2019, yang banyak diwarnai pemain ngambek.

Pertandingan perdana Piala Afrika 2019 akan dilangsungkan antara tuan rumah Mesir melawan Zimbabwe, sebuah negara di benua itu yang tidak memiliki garis pantai. Laga akan dilangsungkan di Stadion Internasional Kairo. Para penonton sudah memadati stadion tersebut, lampu stadion sudah dinyalakan untuk upacara pembukaan sebentar lagi dan skuad Mesir di bawah kepemimpinan Mohamed Salah dijagokan menang.

Advertisement
advertisement
advertisement
DepoToto
DepoToto

Namun persiapan turnamen ini diganggu banyak hal. Satu di antaranya adalah deretan pemain ngambek. Setidaknya ada dua timnas yang mengancam mogok bermain di Piala Afrika 2019, timnas Zimbabwe yang menjadi lawan Mesir malam ini dan Kamerun yang merupakan juara bertahan Afcon.

Zimbabwe mengancam untuk mogok bermain pada laga perdana turnamen Piala Afika 2019 karena belum menerima pembayaran untuk penampilan mereka di ajang ini.

Demikian juga sang juara bertahan Kamerun sampai kemarin masih menolak berangkat ke Kairo karena hanya menerima bonus setengah dari yang dijanjikan semula. Setelah negosiasi alot dengan pihak PSSI-nya Kamerun, media memberitakan bahwa para pemain sepakat untuk pergi ke Mesir pada hari Jumat, tepat di batas hari di mana mereka diharuskan berada di Kairo sebelum menerima diskualifikasi.

Sumber yang dikutip oleh Goal.com mengkonfirmasi bahwa tim akan berangkat ke Mesir pada pada hari Jumat jam 14.00 waktu setempat. Jika mereka gagal tiba di Kairo tepat waktu, juara bertahan bisa didiskualifikasi dari keikutsertaannya di Afcon.

Kamerun adalah satu-satunya tim yang belum tiba di Mesir dan turnamen dimulai nanti malam pukul 21.00 waktu Eropa (Sabtu pukul 03.00 WIB), dengan Mohamed Salah dan kawan-kawan menghadapi Zimbabwe.

Para pemain Kamerun sebelum ini menolak untuk terbang ke Mesir sebagai protes atas bonus yang mereka terima dari pemerintah. Mereka menuntut masing-masing dibayar 40 juta franc (Rp 980 juta), sedangkan pihak berwenang mengatakan mereka hanya mampu membayar setengah dari jumlah itu, 20 juta franc (490 juta), yang telah ditransfer ke rekening bank masing-masing.

Mediasi dari Fecafoot (nama PSSI-nya Kamerun), menteri olahraga dan pejabat negara lainnya, juga legenda Kamerun Samuel Eto’o gagal mencapai kesepakatan pada hari sebelumnya.