Mohamed Salah Tersingkir di Piala Afrika, Timnas Mesir Pecat Pelatih

Mohamed Salah Tersingkir di Piala Afrika, Timnas Mesir Pecat Pelatih

Gilabola.com – Mohamed Salah secara mengejutkan disingkirkan Afrika Selatan di babak 16 besar Piala Afrika, Minggu (7/7), hingga Timnas Mesir pun memecat pelatih Javier Aguirre.

Padahal sebagai tuan rumah, Mesir jadi favorit juara dalam turnamen ini. Tapi, mereka secara mengejutkan kalah dengan skor tipis, 0-1, dalam laga di Kairo yang dipadati para suporter fanatik mereka. Afrika Selatan kandaskan harapan tuan rumah lewat gol Thembinkosi Lorch di menit 85.

Presiden Asosiasi Sepakbola Mesir (EFA), Hany Abo Rida, juga telah mengundurkan diri menyusul kekalahan memalukan ini. Alasannya, dirinya punya ‘kewajiban moral’ untuk mempertanggungjawabkan tersingkirnya Mohamed Salah dan kawan-kawan di ajang ini.

Timnas Mesir mulai diasuh pelatih asal Meksiko, Javier Aguirre, 60 tahun, pada Agustus 2018. Ia datang menggantikan Hector Cuper, yang hengkang setelah Mesir tersingkir di Piala Dunia tahun lalu.

Terlalu Tergantung pada Salah

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Saat dipecat, Aguirre masih terikat kontrak tiga tahun bersama Timnas Mesir. “Tentu saja saya bertanggung jawab. Saya pikir, pertandingan cukup terbuka, dan ada peluang bagi kedua tim. Satu-satunya perbedaan adalah, gol yang dibukukan Afrika Selatan,” ujar Aguirre.

Walau masih punya kontrak sampai Piala Dunia berikutnya, Aguirre tak akan bisa mempertahankan pekerjaannya tersebut. Dia sebenarnya sudah mencoba membuat tim tidak terlalu bergantung pada Salah, tapi masalah lama yang mereka miliki sejak saat masih diasuh Hector Cuper ternyata masih ada. Jika penyerang Liverpool itu tidak berada dalam kondisi terbaiknya, maka Timnas Mesir hanyalah tim biasa.

Salah sebelumnya alami sakit pekan lalu, dan absen latihan pada Rabu malam. Dia jelas tidak terlihat setajam biasanya, saat dia bermain di babak penyisihan grup. Salah bahkan tak bisa lakukan sprint yang biasanya dia menangkan dengan mudah.

Setidaknya, Liverpool sekarang akan mendapat manfaat dari kesempatan di mana Salah akan beristirahat, setelah ia bertarung untuk klub dan negaranya. Sementara itu rekan satu timnya di Anfield, Sadio Mane, kemungkinan akan tetap berada di Mesir selama dua pekan bersama Senegal.

Tak Disangka Bakal Kalah

Diungkapkan BBC Sport, tak ada seorangpun di Kairo yang menyangka Mohamed Salah dan kawan-kawan bakal kalah dan disingkirkan Afrika Selatan, apalagi turnamen masih berjalan di babak 16 besar. Namun harus diakui, penampilan Mesir memang tak sepenuhnya meyakinkan di babak penyisihan grup, walau mereka masih berhasil memenangkan ketiga laga fase grup, dengan mencetak lima gol dan sukses menjaga clean sheet dalam tiga pertandingan tersebut.

Tentunya, Mesir semula diyakini bakal mampu menyingkirkan tim Afrika Selatan, yang melaju ke babak 16 besar hanya dengan satu kemenangan, satu gol dan alami dua kekalahan dalam di fase grup.

Tapi, di depan 75 ribu suporter mereka, Mohamed Salah dan rekan-rekan satu timnya benar-benar bermain datar. Sementara, Afrika Selatan menunjukkan ambisi dan sama sekali tak gentar hadapi The Pharaoh. Skuad Bafana Bafana itu layak menang, dan suporter Mesir tahu betul hal itu.

Gelandang Afsel, Dean Furman, mengaku terkesima dengan sikap suporter Mesir yang memberikan standing ovation saat laga usai dan mereka meninggalkan lapangan pertandingan.