Mulai dari Memphis Depay Hingga Sergino Dest, Ini Lima Catatan Penting Barcelona di Pramusim

Gilabola.com – Barcelona catatkan lima hal penting jelang musim depan, setelah mereka menang 3-1 di laga persahabatan melawan Girona pada hari Minggu (25/7).

Dalam pertandingan yang digelar di Estadi Johan Cruyff, pelatih Ronald Koeman turunkan skuadnya dalam formasi berbeda, 4-3-3, yang diharapkan banyak orang akan terus diterapkan pelatih asal Belanda itu di laga pembuka musim depan melawan Real Sociedad pada 15 Agustus 2021.

Beberapa pemain yang baru kembali berlibur, pemain baru dan juga pemain muda, sama-sama mendapat kesempatan dari Koeman untuk tunjukkan kebolehan mereka dalam laga kontra Girona tersebut. Dan, tak sedikit yang berhasil menawan hati mantan pelatih Timnas Belanda tersebut.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Tak bisa dipungkiri, persaingan internal akan terus memanas di periode ini, di mana Barcelona masih memiliki tiga pertandingan pramusim lagi, dan masih ada menit-menit berharga yang tersisa serta akan dimanfaatkan Koeman untuk menyeleksi para pemain yang akan masuk dalam rencananya di musim depan.

Berikut ini lima hal penting yang dicatat Barca usai laga persahabatan kontra Girona, seperti yang dilansir Barca Blaugranes:

Memphis Depay Siap Berlaga

Saat Rey Manaj tinggalkan pertandingan ini dengan sakit kepala di akhir babak pertama, suporter yang memenuhi tribun stadion meminta agar Memphis Depay yang menggantikannya.

Suporter pun dapatkan apa yang mereka inginkan, dan pemain yang baru didatangkan Barcelona dari Lyon itu tampaknya bertekad untuk tunjukkan kesan pertama yang baik dengan terlibat di seluruh area lapangan. Ia kuat dalam mainkan bola, cepat serta efektif sebagai pemain nomor sembilan dan pemain sayap kiri.

Memphis juga bermain sangat dinamis, di mana ia turun ke lini tengah untuk membantu membangun serangan, lalu segera berlari vertikal ke depan yang tampaknya sulit diikuti para gelandang.

Sangat menyegarkan melihat penampilannya yang mengesankan secara fisik dalam jersey Barca, yang tentunya sangat berguna dalam menahan bek lawan dan jadikan dirinya sebagai target di dalam kotak.

Ia pun menjadi sorotan di laga itu, saat ia mencoba menembakkan bola dari luar kotak penalti yang meleset beberapa senti, begitu juga tendangan kuatnya dari titik putih yang hampir merobek lubang di belakang gawang. Selamat datang ke Barcelona, Memphis!

Yusuf Demir vs Alex Collado

Formasi 4-3-3 tampak cocok untuk Yusuf Demir dan Alex Collado, sebagai penyerang berkaki kiri yang bermain di sisi kanan.

Jujur saja, kedua pemain itu tampak seperti saudara kembar. Namun masalahnya, keduanya baru saja memulai persaingan menarik untuk dapatkan tempat langka di skuad utama utama Blaugrana.

Alex Collado sudah mengantri di bangku cadangan skuad utama Barcelona untuk sementara waktu, dan DNA Barca-nya jelas terlihat. Ia bermain halus saat menguasai bola, dan berhasil mencetak gol di laga melawan Gimnastic.

Namun, tampaknya, Yusuf Demir juga pemain yang sangat menarik. Ia tampil sebagai starter di kedua laga pramusim kali ini, dan seakan mengindikasikan bahwa ia pemain yang tak boleh diabaikan Koeman.

Seperti halnya Collado, Demir juga seorang ‘teknisi’, di mana ia tampil lebih menonjol dengan agresivitasnya di depan gawang lawan. Demir pun berulang kali tunjukkan kemampuannya untuk memotong dan lepaskan tembakan dengan akurasi serta kekuatan yang tak bisa ditandingi pemain lawan.

Poin bonus untuk chemistry-nya dengan Sergino Dest. Tentunya akan sangat menyenangkan saat melihat Barcelona seakan kembali ke masa Lionel Messi dan Dani Alves, saat hadir ancaman nyata di sisi kanan.

Gavi Mencuri Perhatian di Lini Tengah

Gavi, atau yang bernama lengkap Pablo Martín Páez Gavira, seakan mencuri panggung dari Riqui Puig dan Nico Gonzalez di laga kontra Girona.

Jebolan akademi yang baru berusia 16 tahun itu sudah masuk radar sebelum pekan ini, tapi secara resmi hadir sebagai seorang pemain yang harus kita ketahui.

Seperti halnya Riqui, dia juga energik di lapangan dan lihai dalam menguasai bola. Ia bisa menjaga semuanya bergerak cepat dengan satu sentuhan passing. Gavi juga tunjukkan bakatnya dengan bola-bola kreatif ke lini depan, dan mahir dalam sodorkan umpan yang membentuk ritme permainan cepat di lini tengah Barcelona.

Walau dia tak bisa bersaing langsung dengan Nico – seorang gelandang bertahan sejati, Riqui-lah yang harus khawatir dengan kehadirannya. Riqui memang memiliki penampilan yang kuat, tapi dengan Koeman yang menjadi audiensi yang harus ditaklukkannya, maka dia harus lakukan sesuatu yang sangay istimewa di beberapa pertandingan ke depan, hingga mendapat kesempatan lebih musim depan.

Manaj Menjadi Aset yang Tidak Disadari Barca

Rey Manaj kantongi empat gol dalam dua pertandingan pramusim ini, dan harusnya bisa menambah koleksi golnya itu menjadi lima, kalau saja Gerard Pique tidak mencuri kesempatannya mencetak gol dari titik putih.

Dalam formasi 4-3-3, Manaj dan Memphis sekali lagi membuktikan pentingnya memiliki seorang pemain nomor sembilan yang sejati untuk membantu klub dengan struktur, dan membuka kesempatan mencetak gol.

Manaj berhasil lakukan banyak hal di dalam kotak terlarang. Melawan Nastic, dia tunjukkan gol luar biasa yang dibukukannya dari sudut yang sulit, yang secara virtual tak ada ruang untuk itu.

Lalu, melawan Girona, dia lancarkan tendangan jarak dekat yang tegas dan hasilkan penyelesaian yang mudah dari umpan silang di sisi kiri. Hal inilah yang dilakukan seorang penyerang tengah yang terlatih secara profesional dan juga naluriah. Barcelona tentunya harus memperhatikan hal ini.

Penampilan Menawan Bek Sayap

Soal kompetisi, Sergino Dest tahu betul dia harus memulai dengan cepat. Di kedua pertandingan pramusim ini, Dest berhasil tunjukkan permainan menyerang yang paling agresif sejak dini.

Musim lalu, dia seakan menjadi bek sayap yang takut membawa bola ke garis gawang. Dan, ‘takut’ itu bukan cara yang dimainkan Barcelona, yang akan menunda untuk bermain aman dalam penguasaan bola.

Kini, di laga melawan Girona dan Nastic, Dest seakan membalikkan anggapan itu dan dia kerap membawa bola ke garis akhir. Hasilnya? Umpan-umpan silang berbahaya di kotak penalti lawan.

Lalu, mengapa itu berhasil? Karena ada sasaran yang dituju dan keharusan membaca pergerakan nomor sembilan yang harus dia ikuti.

Namun secara bertahan, ada beberapa kelemahan yang harus diselesaikan bersama bek tengah. Di sisi yang berseberangan, Alejandro Balde mengikuti caranya.

Tak seperti Jordi Alba yang biasanya meluncur di belakang para pemain bertahan, Balde malah langsung menghadapi mereka. Hasilnya? Di laga melawan Girona, sebuah tendangan penalti yang pantas didapat para pemain Barcelona.

Kerja bagus Dest and Balde, tampilan agresif kalian menambah dimensi baru di lini serang Barcelona.

Dengan tiga pertandingan pramusim yang masih tersisa, tentunya akan menarik menyaksikan pemain mana yang benar-benar mendapat kepercayaan Koeman, dan kans untuk bermain di Camp Nou.

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO