Mulai dari Titisan Neymar Hingga Pemain Harapan Inggris, Ini 11 Wonderkid Terbaik Dunia

Gila Bola – Sejumlah nama muncul sebagai bintang muda di dunia sepak bola. Mereka diyakini sebagai para pemain yang akan memperebutkan Ballon d’Or di masa depan.

Sebut saja pemain ‘titisan Neymar’ yang jadi incaran Manchester United, Gabriel Veron, hingga bintang Borussia Dortmund asal Birmingham, Jude Bellingham. Mereka dianugerahi bakat sepak bola yang luar biasa, dan telah lakoni karir yang tak kalah menakjubkan.

Para wonderkid tersebut juga tersebar di semua lini, mulai dari jenderal lini tengah hingga lini sayap dan telah menjadi pencetak gol yang fenomenal, meskipun permainan terbaik mereka belum keluar dari para pemain muda ini yang mulai merintis sukses bersama klub maupun tim nasional mereka.

Advertisement
QQCepat
QQCepat

Berikut ini 11 pemain remaja terbaik yang diyakini akan mendominasi kancah dunia, seperti dikutip dari SunSport:

GABRIEL VERON
Penyerang Palmeiras ini baru berusia 18 tahun dan sudah menarik perhatian Manchester United, yang berambisi mendatangkan penyerang asal Brasil itu ke Old Trafford.

Dijuluki ‘Bolt’ oleh rekan-rekan satu timnya, karena penampilannya di lapangan yang ekstrim, Veron juga mendapat label ‘next Neymar’.

Winger muda ini memiliki klausul pelepasan 53 Juta Poundsterling, pasti akan butuh banyak hal untuk bisa memboyongnya dari Brasil. Sejauh ini, Veron sudah bukukan 10 gol dalam 35 pertandingan yang dilakoni klubnya di semua kompetisi.

EDUARDO CAMAVINGA
Pemain internasional Prancis ini juga masih berusia 18 tahun, di mana ia jadi incaran Real Madrid dan Bayern Munchen.

Bintang yang memiliki postur 1,82 meter itu tak hanya mahir dalam penguasaan bola, dia juga kuat dalam urusan tekel dan berlari, hingga ia menjadi jenderal ideal di lini tengah.

Saat ini, Camavinga masih memperkuat lini tengah Rennes, namun diperkirakan akan hengkang di musim panas. Klubnya sendiri meminta sekitar 50 Juta Pounds kepada klub peminat.

PEDRI
Pedri menjadi salah satu pemain yang bersinar di masa-masa sulit Barcelona musim ini. Tim Catalan itu datangkan gelandang tengah berusia 18 tahun tersebut dari Las Palmas pada tahun 2019 dengan ongkos ‘hanya’ 4 Juta Pounds.

Permainannya yang sudah disebut-sebut mirip Andres Iniesta, mungkin, agak prematur. Namun Ronald Koeman telah menaruh kepercayaan besar padanya, hingga Pedri sudah tampil dalam 42 pertandingan musim ini.

Pelatih Timnas Spanyol, Luis Enrique, bahkan ikut memberinya kepercayaan, dengan memanggil Pedri untuk pertama kalinya guna membela La Roja di kualifikasi Piala Dunia akhir bulan Maret. Enrique pun menurunkannya dalam ketiga pertandingan melawan Yunani, Georgia dan Kosovo.

JUDE BELLINGHAM
Saat kita menyaksikan Bellingham bermain, rasanya tidak percaya bahwa pemain ini baru berusia 17 tahun.

Tingkat kematangannya di lini tengah di mana dia langsung tanggap ketika harus membantu pertahanan dan juga penyerangan, membuat Bellingham benar-benar menakjubkan di lapangan.

Sejak ia pindah ke Borussia Dortmund dari Birmingham City, Bellingham terus tunjukkan perkembangan yang cukup pesat. Ia gelandang yang komplet seperti halnya Bryan Robson, dan Bellingham diyakini AKAN menjadi pahlawan Inggris di masa depan.

JAMAL MUSIALA
Satu lagi pemain yang telah membuat Inggris dan Chelsea mungkin sangat menyesal karena telah kehilangan dia.

Musiala akhirnya memilih untuk membela Jerman ketimbang terus bermain untuk the Three Lions. Dia sebelumnya juga memilih untuk tinggalkan Chelsea pada tahun 2019 – saat ia masih di akademi the Blues, untuk gabung Bayern Munchen.

Bersama raksasa Bundesliga itu, Musiala yang masih berusia 18 tahun tersebut berhasil tunjukkan permainan yang menakjubkan, dan mencetak gol yang brilian.

Bulan lalu klub Bavaria itu mengikatnya dengan kontrak profesional pertama, setelah ia berhasil lakukan terobosan ke skuad utama musim ini.

YOUSSOUFA MOUKOKO
Bintang muda Borussia Dortmund ini dianggap sebagai pemain yang sangat bagus. Apalagi ia kemudian didukung dengan sikap Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) untuk mengubah aturan mereka dan setuju untuk menurunkan batas usia minimum bagi seorang pemain untuk memulai debutnya di Bundesliga, menjadi 16 tahun. Itulah sebabnya Moukoko bisa bermain di kompetisi sepak bola tertinggi di Jerman musim ini.

Pada bulan November tahun lalu, striker menakjubkan itu memulai debutnya dengan tampil di menit 85 untuk gantikan Erling Haaland – hanya satu hari setelah ia berulang tahun yang ke-16 tahun, dan menjadi pemain termuda yang pernah berlaga di Bundesliga.

Lalu pada bulan Desember 2020, Moukoko pecahkan rekor sebagai pemain termuda yang pernah mencetak gol di ajang Bundesliga saat ia menjebol gawang Hertha Berlin.

Sayangnya, di paruh kedua musim ini, Moukoko harus rehat sejenak memulihkan cedera kaki yang dialaminya.

FLORIAN WIRTZ
Bintang Bayer Leverkusen ini berhasil mengatasi pukulan keras yang dialami klubnya saat Kai Havertz putuskan pindah ke Chelsea.

Gelandang serang yang masih berusia 17 tahun itu, sebelumnya memegang rekor pencetak gol termuda di Bundesliga sampai akhirnya Moukoko hadir di skuad utama Dortmund.

Sebenarnya, Wirtz menjadi bagian dari tim FC Koln yang memenangkan Kejuaraan Jerman U-17 pada tahun 2019, dan hampir bergabung dengan Liverpool.

Kini, Wirtz sudah kantongi lima gol di Bundesliga atas namanya… Lalu, siapa Havertz?

GIO REYNA
Gio merupakan anak dari mantan bintang Sunderland, Claudio Reyna, tapi cukup adil untuk mengatakan bahwa Gio tidak seperti ayahnya, sebagai seorang pemain sepak bola.

Ia winger yang dinamis, cepat dan punya penguasaan bola yang bagus, di mana di usianya yang baru 18 tahun ia sudah tunjukkan permainan berkelas, termasuk ketika ia mencetak satu gol di laga melawan Irlandia Utara.

Di Borussia Dortmund, Gio tunjukkan kemitraan yang brilian bersama Erling Haaland dan Jadon Sancho.

Dan sementara penampilannya sedikit berkurang dalam beberapa bulan terakhir, dengan Reyna yang mengaku kelelahan, masih banyak lagi yang akan datang dari bintang AS itu.

Sementara ia jarang bermain beberapa bulan terakhir ini – di mana Gio mengaku kelelahan, diyakini masih banyak yang akan diberikan bintang asal Amerika Serikat itu di masa mendatang.

ANSU FATI
Saat kita dipanggil ‘pewaris tahta Lionel Messi’, tentunya ada semacam tekanan di pundah kita.

Hal itulah yang barangkali dirasakan Ansu Fati. Ia masih berusia 18 tahun, tapi sudah menjadi pencetak gol termuda untuk Barcelona pada tahun 2019.

Penyerang muda Spanyol kelahiran Guinea itu sudah bukukan lima gol dalam 10 pertandingan, sebelum musimnya berakhir akibat cedera meniskus di lutut kirinya. Ia alami cedera tersebut di laga melawan Real Betis pada bulan November tahun lalu.

Sejauh ini, Fati sudah kantongi empat cap bagi Timnas Spanyol, dan diyakini akan menjadi pemain sepak bola harapan tim Matador di masa datang.

RYAN GRAVENBERCH
‘Patrick Vieira asal Belanda’, begitu julukan yang diberikan kepadanya. Gravenberch menjadi salah satu pemain terbaik asal Belanda yang muncul dalam beberapa tahun terakhir ini.

Gelandang jangkung dengan postur 1,9 meter itu, masih berusia 18 tahun, dan sudah menjadi bintang Ajax musim ini. Berkat permainan Gravenberch pula, Ajax berpeluang menangkan gelar Eredivisie dan melaju di kompetisi Liga Europa musim ini.

Ia tercatat bukukan gol menawan dalam pertandingan Liga Champions melawan Midtjylland, yang membuatnya menarik perhatian banyak klub lain. Gaya permainannya pun bisa membuatnya menjadi pemain bintang masa depan.

RAYAN CHERKI
Lyon terkenal sebagai klub yang menghasilkan banyak pemain berbakat, seperti Houssem Aouar dan Nabil Fekir.

Kini, mereka kembali dapatkan bintang muda di diri Rayan Cherki, 17 tahun, yang disebut-sebut mirip Kylian Mbappe.

Sejauh ini, Cherki sudah bukukan tiga gol dalam 22 pertandingan di musim ini, dan ia sempat menarik perhatian Manchester United serta Real Madrid. Namun, Lyon sudah lebih dulu mengamankan jasanya.

Satu hal yang menarik, bakatnya ditemukan saat ia tengah bermain sepak bola di sebuah lahan parkir oleh seorang pelatih tim muda Lyon.