Newcastle Dirugikan Gol Tammy Abraham, Gara-gara Piala FA Tanpa VAR di Putaran Keempat

Putaran keempat Piala FA akhir pekan ini menghadirkan kontroversi di Villa Park saat pemain Aston Villa Tammy Abraham mencetak gol pembuka ke gawang Newcastle United. Gol tersebut terlihat jelas berawal dari posisi offside, namun tetap disahkan karena pertandingan digelar tanpa bantuan VAR.

Momen itu terjadi pada menit ke-14. Tammy Abraham menyambut umpan hasil skema tendangan bebas yang dirancang dengan rapi. Striker asal Inggris itu bergerak cepat dan menuntaskan peluang di depan gawang. Namun tayangan ulang menunjukkan ia sudah berada di posisi terlarang ketika bola dilepaskan.

Situasi tersebut bukan kesalahan sistem VAR, melainkan murni keputusan perangkat pertandingan. Dalam laga putaran keempat Piala FA musim ini, teknologi VAR memang tidak digunakan. Artinya, hakim garis dan wasit tidak memiliki bantuan teknologi untuk mengoreksi keputusan di lapangan.

Dua Keputusan Kontroversial

Gol Abraham bukan satu-satunya insiden yang memicu perdebatan. Lucas Digne juga sempat melakukan tekel terhadap Jacob Murphy dengan posisi kaki cukup tinggi dan mengenai sang winger.

Tanpa VAR, pelanggaran itu tidak ditinjau ulang secara mendalam. Komentator BBC, Danny Murphy, menyatakan bahwa insiden tersebut kemungkinan besar akan berujung kartu merah jika teknologi tersedia.

Bagi pendukung Newcastle, dua momen tersebut terasa merugikan. Mereka menyaksikan timnya kebobolan lewat gol yang seharusnya dianulir dan lawan terhindar dari potensi pengurangan pemain.

Mengapa Putaran Keempat Piala FA Tanpa VAR?

Menurut penjelasan BBC Sport, VAR dan teknologi offside semi-otomatis belum diterapkan pada putaran ketiga dan keempat Piala FA musim ini. Penerapan baru akan dimulai pada putaran kelima.

Alasannya berkaitan dengan infrastruktur dan biaya operasional. Sebelumnya, VAR di Piala FA hanya digunakan di stadion Premier League serta di Wembley pada babak semifinal dan final. Banyak klub dari divisi bawah tidak memiliki fasilitas maupun anggaran untuk memasang teknologi tersebut dalam pertandingan Piala FA.

Federasi Sepak Bola Inggris menyebut keputusan ini bertujuan menjaga konsistensi pendekatan perwasitan bagi seluruh klub peserta. Dengan kata lain, semua tim di putaran tersebut berada dalam kondisi yang sama tanpa bantuan VAR.

Meski begitu, teknologi garis gawang tetap tersedia untuk laga yang digelar di stadion klub Premier League dan Championship.

Keputusan ini kembali memunculkan perdebatan soal keadilan dan konsistensi teknologi dalam kompetisi piala tertua di dunia. Bagi Newcastle, kontroversi di Villa Park menjadi contoh nyata bagaimana absennya VAR dapat memengaruhi jalannya pertandingan.

Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!