Neymar Cari Ribut, Ungkit Memori Siksa PSG 6-1

Neymar Cari Ribut, Ungkit Memori Siksa PSG 6-1

Gilabola.com – Neymar langsung cari ribut setelah mendengar klub Liga Prancis PSG tolak lamaran Barcelona. Ia mengungkit memori pernah siksa PSG skor 6-1.

Neymar tak sungkan mengusik ketenangan klub yang ia bela saat ini, PSG (Paris Saint-Germain). Ia ‘menyentil’ klub Ligue 1 itu dengan mengakui jika memori terbaiknya pada laga sengit saat memukuli mereka skor 6-1 saat ia masih berseragam Barcelona.

Bentrokan tahun 2017 itu masih ia anggap sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah Liga Champions. Barcelona tak unggul 4-0 turun setelah leg pertama dan masuk ke menit ke-88 mengejar agregat 5-3.

Tapi sang mantan rekan Lionel Messi mencetak skor dua kali dalam waktu tiga menit. Dia kemudian menyerahkan bola untuk Sergi Roberto untuk mengirim Barca memicu ke perayaan kemenangan liarnya.

Advertisement
advertisement
advertisement
DepoToto
DepoToto

Sang bintang silaporkan Brinkwire lantas mengungkit masalah itu, tak peduli klub dan fans ia buat tersinggung: “Apa kenangan terbaik saya sebagai pemain sepak bola? Pada saat kami (Barca) menang melawan PSG”

Neymar masih ngotot minta ditendang PSG

Ketika ditanya pada hari Sabtu untuk menggambarkan saat terbaik di lapangan, ia mengakui: “Memori terbaik di ruang loker? Ahhh… Saya tidak tahu… Nah, ketika kita menang melawan PSG dengan Barcelona, itu benar-benar… kami semua langsung gila sesudahnya.”

“Saya percaya kalau kemenangan itu adalah perasaan yang paling hebat bagi kami semua. Apa yang kami rasakan ketika kami mencetak gol keenam, saya tidak pernah merasakan sesuatu seperti ini. Gol itu rasanya luar biasa.”

Ia saat ini masih bertahan dalam hubungan yang sulit dengan PSG setelah memberitahu mereka bahwa ia ingin pergi ke klub lamanya, Barcelona. Ia tidak masuk saat dimulainya pelatihan pramusim dan PSG berpikir untuk menghukum sang pemain Brasil atas pelanggarannya.

Barcelona juga telah menegaskan bahwa mereka ingin membawanya kembali ke Nou Camp musim panas ini, meski tawaran akhir mereka telah ditolak sang raksasa Liga Prancis. Bagaimana drama ini akan berakhir nantinya?