Neymar Gigit Jari Dengar Pernyataan Rekan Timnas Brasil

Neymar Gigit Jari Dengar Pernyataan Rekan Timnas Brasil

Gilabola.com – Neymar gigit jari mendengar pernyataan rekan sang bintang di Timnas Brasil, Dani Alves. Langkah mereka di Copa America kini tak perlu bantuannya.

Neymar (27 tahun) ditegaskan Dani Alves bukan pemain andalan mereka di Copa America. Mereka tidak lebih lemah tanpa sang bintang dan hal itu sudah mereka buktikan di laga perdana mereka.

Mantan rekan Lionel Messi itu sendiri tak bisa ikut di turnamen karena cedera pergelangan kaki. Kemenangan skor 3-0 atas Bolivia di laga beberapa hari yang lalu membuktikan jika Brasil memang tidak perlu ketakutan tidak diperkuat sang mega bintang PSG.

Saat Alves memuji kualitas sang pemain Paris Saint-Germain, Kapten Selecao juga menilai Timnas Brasil tidak lebih lemah tanpa kehadiran sang pemain. “Saya percaya bahwa setiap kali kita memperkuat tim nasional dengan memakai jersey ini, kita harus membuktikannya, terlepas dari ada atau tidaknya dia.”

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

“Kami harus membuktikan hal itu karena kita mewakili tim bersejarah. Kami mewakili tim yang sangat dihormati di seluruh dunia,” lanjutnya lagi dalam konferensi pers. “Saat Anda memiliki tambahan kekuatan, seperti Ney, Anda menjadi sedikit lebih kuat.”

Neymar tak terlalu berpengaruh pada Timnas Brasil

“Namun Anda tidak melemah tanpa hal itu, Anda hanya meningkatkan kualitas Anda, Anda meningkatkan kekuatan sendiri, tetapi tetap tidak berkurang tanpa dirinya. Tanggung jawab kami tetap sama, mewakili sejarah dan kita harus mempertahankan sejarah ini dengan kehormatan besar.”

Hanya Cafu (142) dan Roberto Carlos (125) yang telah memainkan lebih banyak pertandingan untuk Brasil daripada Alves (110). Alves tidak memiliki rencana untuk memperlambat pencapaiannya. Ia siap mengikuti Piala Dunia 2022 di Qatar.

“Main di Piala Dunia 2022 adalah tujuan saya selanjutnya, tapi saya tidak melihat terlalu jauh ke depan, karena pada saat Anda melihat jauh di depan Anda jadi lupa untuk melihat kenyataan sekarang,” lanjutnya melalui Goal.

“Saya tidak bisa lupa untuk melihat kondisi saya sekarang karena peluang saya harus berada di sini tidak bisa terganggu dengan masa depan dan tidak dengan masa lalu juga. Yang terpenting adalah masa kini.”

“Ketika Anda mencapai usia tertentu, Anda mulai menaikkan semua keraguan yang ada, banyak pembicaraan tentang seleksi pemain yang perlu diperbarui, memiliki lebih banyak pemain, lebih banyak pemain muda, tapi baik di klub dan di tim nasional, semua pemain dinilai dari hasil pertandingan dan performa mereka saat bertanding,” pungkasnya.