Nottingham Forest kembali menelan kekalahan dari FC Midtjylland di ajang Liga Europa setelah gol sundulan Cho Gue-sung pada menit akhir memastikan kemenangan 1-0 bagi wakil Denmark tersebut pada leg pertama babak 16 besar di Stadion City Ground.
Forest sebenarnya bertekad membalas kekalahan sebelumnya dari Midtjylland. Pada pertemuan di bulan Oktober lalu, tim asal Denmark itu sempat menang 3-2 saat bertandang ke Nottingham. Namun upaya balas dendam tersebut tidak terwujud, sehingga Forest harus menghadapi leg kedua pekan depan dalam posisi tertinggal.
Sepanjang babak pertama, tim tuan rumah kesulitan menembus pertahanan lawan. Penjaga gawang Midtjylland, Elias Rafn Olafsson, tampil solid dengan sejumlah penyelamatan penting yang membuat skor tetap imbang tanpa gol hingga turun minum.
Dominasi Forest Tanpa Gol
Memasuki babak kedua, pertandingan semakin sulit akibat kondisi cuaca buruk. Hujan deras memengaruhi kondisi lapangan dan membuat kedua tim kesulitan mengembangkan permainan.
Meski demikian, Midtjylland tetap mampu meredam tekanan dari klub Premier League tersebut. Nottingham Forest melepaskan total 22 percobaan sepanjang pertandingan, namun tidak satu pun yang berhasil berbuah gol.
Tim tamu memang jarang menciptakan peluang, tetapi beberapa serangan mereka tetap membahayakan. Bahkan gawang Forest sempat diselamatkan oleh tiang sebelum akhirnya Cho Gue-sung mencetak gol kemenangan lewat sundulan yang tidak mampu dihentikan kiper Matz Sels.
Kekalahan ini juga memperpanjang catatan buruk Forest saat menghadapi Midtjylland. Sebelumnya mereka juga kalah dari klub Denmark tersebut ketika masih dilatih Ange Postecoglou. Kini, pelatih baru Vitor Pereira belum mampu mengubah hasil pertemuan kedua tim.
Tekanan Forest Berujung Kebuntuan
Pertandingan dimulai dengan tempo yang relatif hati-hati dari kedua tim. Peluang berbahaya pertama baru tercipta pada menit ke-20 ketika Omari Hutchinson mencoba peruntungan lewat tendangan dari luar kotak penalti. Upayanya hampir menghasilkan gol, tetapi Olafsson mampu menepis bola melewati mistar gawang.
Igor Jesus kemudian berhasil merebut bola dari Philip Billing dan membuka peluang serangan untuk Forest. Nicolas Dominguez mengembalikan bola kepadanya, tetapi sepakan pemain asal Brasil itu melengkung tipis di sisi luar tiang gawang.
Forest mulai meningkatkan intensitas serangan ketika lawan bermain lebih bertahan. Ola Aina mencoba melepaskan tembakan jarak jauh yang ditepis Olafsson. Bola rebound jatuh ke arah Jesus, tetapi percobaannya justru melebar.
Hutchinson menjadi ancaman utama di sisi kanan serangan tuan rumah. Ia kembali berhasil melewati Victor Bak Jensen, namun upayanya menuju gawang berhasil diblok oleh Mads Bech.
Penampilan Olafsson semakin sibuk seiring bertambahnya waktu. Elliot Anderson hampir membawa Forest unggul lewat tendangan dari jarak sekitar 18 meter yang mengarah ke sudut kiri atas gawang, tetapi kiper Midtjylland kembali melakukan penyelamatan penting.
Gol Penentu di Menit ke-80
Forest mengawali babak kedua dengan permainan yang lebih agresif. Namun hujan deras yang mengguyur lapangan mengganggu ritme serangan mereka.
Midtjylland tidak banyak menyerang, tetapi tetap menghadirkan ancaman. Matz Sels sempat harus bergerak cepat untuk menepis tendangan Valdemar Andreasen sebelum bola mengenai mistar gawang beberapa saat kemudian.
Forest terus berusaha mencetak gol pembuka, tetapi Olafsson kembali menggagalkan sundulan Igor Jesus. Elliot Anderson juga mencoba peruntungan, namun tembakannya mengarah tepat ke pelukan sang kiper.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-80. Ousmane Diao mengirim umpan silang berbahaya ke kotak penalti. Cho Gue-sung berhasil lebih dulu menyambar bola dengan sundulan, mengalahkan penjagaan Ola Aina dan membuat Sels tidak mampu menghentikan bola.
Gol tersebut membuat City Ground terdiam dan memastikan kemenangan 1-0 bagi Midtjylland.
Analisa Redaksi
Ketergantungan berlebih pada upaya individu, seperti dari Omari Hutchinson dan Elliot Anderson, membuat serangan Forest menjadi lebih mudah diprediksi oleh lini belakang Midtjylland.
Kegagalan memecah kebuntuan lebih awal memberikan momentum psikologis bagi lawan untuk mencuri keunggulan lewat skema serangan balik yang efektif.
Untuk pertemuan leg kedua pekan depan, Nottingham Forest wajib meningkatkan aspek klinis di dalam kotak penalti dan variasi serangan agar tidak terpaku pada tendangan jarak jauh yang mudah diantisipasi.
Vitor Pereira perlu menginstruksikan pengawalan yang lebih ketat secara kolektif (zonal marking atau man-to-man) saat menghadapi situasi umpan silang guna meredam keunggulan udara pemain seperti Cho Gue-sung.
Efektivitas transisi dari menyerang ke bertahan juga harus diperbaiki untuk memastikan dominasi penguasaan bola tidak berakhir dengan kekalahan menyakitkan akibat serangan balik kilat.
Forest Hadapi Jadwal Krusial
Hasil ini memperpanjang catatan tanpa kemenangan Nottingham Forest menjadi lima pertandingan di semua kompetisi.
Setelah laga ini, Forest akan kembali fokus pada perjuangan mereka di Premier League untuk menghindari degradasi. Mereka dijadwalkan menghadapi Fulham pada hari Minggu sebelum melakoni leg kedua babak 16 besar Liga Europa di Denmark pada Kamis pekan depan.

