Paris Saint-Germain tampil dominan dan tanpa ampun saat menghadapi Marseille dalam Le Classique di Parc des Princes. Duel sarat gengsi itu berakhir timpang dengan kemenangan telak 5-0 untuk PSG, dengan Ousmane Dembélé menjadi sosok paling menonjol berkat dua golnya di babak pertama.
Pertandingan ini merupakan pertemuan ketiga kedua rival besar Prancis tersebut musim ini. Sebelumnya, PSG menjuarai Trophée des Champions setelah menang adu penalti atas Marseille, sementara Marseille sempat mencuri kemenangan 1-0 di Stade Vélodrome lewat gol bunuh diri Marquinhos. Namun, pertemuan Liga Prancis kali ini sepenuhnya menjadi milik tim tuan rumah.
PSG Unggul Cepat Lewat Dembélé
PSG datang ke laga ini dengan sejumlah pemain inti absen. Fabian Ruiz dan Quentin Ndjantou tidak masuk skuad, sementara Achraf Hakimi harus menepi karena sanksi larangan bermain. Luis Enrique tetap mempercayakan posisi penjaga gawang kepada Matvey Safonov, dengan Warren Zaire-Emery dipasang sebagai bek. Di lini tengah, Senny Mayulu tampil sejak awal bersama Vitinha dan Joao Neves.
Sejak menit awal, PSG langsung mengambil inisiatif serangan. Peluang pertama lahir dari kerja sama rapi lini belakang hingga ke depan, meski sepakan Désiré Doué masih membentur pemain bertahan Marseille dan hanya menghasilkan tendangan sudut.
Keunggulan PSG akhirnya tercipta pada menit ke-12. Ousmane Dembélé memaksimalkan umpan matang Nuno Mendes untuk membuka skor lewat sontekan jarak dekat. Gol tersebut membuat PSG semakin percaya diri, meski Vitinha sempat luput dari hukuman kartu merah setelah melakukan tekel keras terhadap kapten Marseille, Leonardo Balerdi.
Irama pertandingan sempat menurun setelah gol pembuka, dengan kedua tim bermain cukup disiplin. Namun, PSG tetap lebih berbahaya, terutama lewat serangan balik cepat. Menjelang turun minum, Dembélé kembali mencatatkan namanya di papan skor. Aksi individu memukau pada menit ke-38 dituntaskannya dengan gol kedua sekaligus membawa PSG unggul 2-0. Gol itu juga menandai torehan ke-50 Dembélé bersama PSG, yang terasa semakin spesial karena tercipta di laga Le Classique.
Babak Kedua Milik PSG
Memasuki babak kedua, PSG tidak mengendurkan tekanan. Doué nyaris menambah keunggulan pada menit ke-49, tetapi sepakannya hanya membentur tiang kanan gawang yang dijaga De Lange. Tak lama berselang, pemain yang sama kembali mendapat peluang emas, namun gagal menyambut umpan rendah Nuno Mendes di depan gawang.
Gol ketiga PSG akhirnya hadir pada menit ke-64, berawal dari kesalahan lini belakang Marseille. Umpan silang Joao Neves justru dibelokkan Facundo Medina ke gawang sendiri, membuat PSG semakin menjauh.
Hanya dua menit kemudian, keunggulan PSG bertambah. Pemain pengganti Khvicha Kvaratskhelia mencetak gol indah untuk mengubah skor menjadi 4-0, menegaskan dominasi mutlak tuan rumah. Pesta gol PSG ditutup oleh Lee Kang-In pada menit ke-74, juga sebagai pemain pengganti, yang menyempurnakan kemenangan 5-0.
Hasil ini menegaskan keperkasaan PSG atas rival abadinya sekaligus menunjukkan kedalaman skuad asuhan Luis Enrique. Setelah laga ini, PSG akan melanjutkan perjalanan mereka ke Brittany untuk menghadapi Stade Rennais di Roazhon Park pada pekan ke-22 Ligue 1, Jumat malam.

