Pahlawan Semi Final, Pecundang Final Liga Europa, Nilai Pemain Inter Tadi Malam

Pahlawan Semi Final, Pecundang Final Liga Europa, Nilai Pemain Inter Tadi Malam

Gilabola.com – Menjadi pahlawan saat babak semi final, figur paling penting di Inter Milan ini malah jadi pecundang pada pertandingan final Liga Europa tadi malam. Lihat penilaian setiap pemain Nerazzurri.

Banyak difavoritkan untuk bisa menjuarai turnamen musim ini berkat performa hebat mereka sejak awal, Inter Milan secara mengejutkan dipaksa menyerah dengan skor 3-2 oleh Sevilla pada final Liga Europa, pada Sabtu (22/8) dinihari.

Romelu Lukaku menjadi pemain paling disorot pada laga final Liga Europa ini. Penyerang Belgia yang mencetak dua gol dalam kemenangan 5-0 atas Shakhtar Donetsk pada babak semi final, bak pahlawan pada babak pertama. Mantan pemain Manchester United itu terlibat pada dua gol Nerazzurri lewat eksekusi penaltinya untuk membawa mereka unggul menit ke-5, sebelum ia kembali dilanggar Diego Carlos untuk memenangkan tendangan bebas menit 36 dan Marcelo Brozovic berhasil mengirim umpan matang untuk ditanduk Diego Godin.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Sayangnya pada babak kedua sang striker Belgia itu justru menjadi pecundang bagi timnya sendiri ketika tendangan salto dari Diego Carlos malah membentur kakinya dan membuat bola masuk ke gawang Samir Handanovic.

Inter Milan pun akhirnya harus mengubur dalam-dalam harapan mereka untuk memenangi trofi musim ini dengan kekalahan 3-2 mereka, dan inilah penilaian atas para pemain Inter dalam kekalahan dari Sevilla tadi malam.

Samir Handanovic 5: Tampak gelisah saat ia kesulitan menghadapi banyak umpan silang. Melakukan beberapa penyelamatan tetapi akan kecewa karena harusnya bisa lebih baik pada kedua gol Sevilla, khususnya gol pertama yang sebenarnya sundulan Luuk de Jong tepat mengarah ke dirinya.

Diego Godin 6: Membiarkan Luuk De Jong mengalahkannya untuk mencetak gol pertama, tetapi membalas dengan sundulan keras untuk membawa timnya menyamakan kedudukan 2-2.

Alessandro Bastoni 6: Tampak tenang saat menguasai bola tetapi melakukan beberapa kesalahan, terutama untuk gol kedua Sevilla.

Stefan de Vrij 5: Kesulitan untuk mengatasi umpan silang Sevilla yang secara teratur menghujam jantung pertahanan Inter Milan. Tampak tidak nyaman di bawah tekanan.

Danilo D’Ambrosio 5: Mengalami masa-masa sulit melawan Lucas Ocampos. Ia juga melewatkan peluang terbuka di babak pertama.

Nicolo Barella 6: Menjadi kreator di lini tengah untuk membuat mereka selalu membawa bola maju. Tampak berbahaya sepanjang pertandingan, tetapi mungkin akan lebih diingat untuk beberapa reaksi berlebihan saat melakukan tekel.

Marcelo Brozovic 7: Tendangan bebas yang bagus untuk gol Diego Godin. Bermain rapi melindungi tiga bek sejajar timnya dan terkadang bisa tiba-tiba berada di daerah pertahanan lawan untuk membantu serangan.

Roberto Gagliardini 5: Lagi-lagi gagal menjelaskan mengapa Antonio Conte memilihnya daripada Christian Eriksen. Sangat sedikit berperan dalam serangan maupun dalam pertahanan.

Ashley Young 6: Tampak berbahaya dengan umpan-umpan silangnya dan menunjukkan kedewasaan dalam bermain. Tapi dia kesulitan dalam menutup ruang di pos pertahanan kiri untuk membuat Jesus Navas sering bisa mengirim umpan silang.

Romelu Lukaku 7: From hero to zero. Menunjukkan kecepatan nyata dan keunggulan fisik untuk memenangkan penalti dan kemudian memaksa Diego Carlos melanggarnya guna mengawali gol kedua timnya. Sial, dia malah mencoreng muka sendiri pada babak kedua dengan gol bunuh diri yang sangat krusial.

Lautaro Martinez 5: Dalam pertandingan pamungkas dan sangat penting untuk klub, Lautaro Martinez terlihat sangat lamban dan dengan mudah dimatikan Jesus Kounde. Dia akhirnya ditarik Antonio Conte demi mencari gol penyeimbang.

Christian Eriksen 5: Kesulitan untuk memberikan keajaiban bagi timnya.

Alexis Sanchez 5: Nyaris mencetak gol penyeimbang lewat tembakannya yang lemah.

Victor Moses 5: Sempat punya peluang bagus di depan gawang tapi kalah cepat dari kiper Sevilla.

Antonio Candreva -/- Masuk menggantikan Diego Godin pada akhir laga.