Pelatih Brasil Melek Terus Jelang Lawan Argentina

Pelatih Brasil Melek Terus Jelang Lawan Argentina

Gilabola.com – Pelatih Brasil melek terus jelang laga melawan Argentina di Copa America. Sebaliknya, pelatih lawan malah bisa tidur nyenyak.

Pelatih Brasil, Tite, tidak bisa tidur sebelum timnya bertanding di Copa America melawan Argentina. Saat ia tidak tenang, lawannya Lionel Scaloni malah bisa santai untuk pertemuan mereka Rabu besok di Stadion Mineirao.

Tite sendiri akan memimpin timnya bertanding tanpa Neymar saat Argentina berharap bisa membangun kembali timnya pada saat yang sama mengambil kesempatan untuk memenangkan trofi pertamanya dalam 26 tahun. Jika juara, juga akan menjadi yang pertama bagi superstar Lionel Messi dengan tim nasional Argentina.

Tite sudah bermain melawan Argentina tiga kali, dengan dua kemenangan dan satu kekalahan. Tapi pengalaman itu tidak bisa membuatnya tenang sebelum laga Super Clasico.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

“Saya bilang jika saya merasa telah melakukan banyak antisipasi. Saya sampai tidak bisa tidur dan tidak akan tidur lagi malam ini,” keluh sang pelatih dalam sebuah konferensi media pada hari Senin waktu setempat.

“Saya terbangun pada pukul 03:15 pagi, mulai berpikir tentang pertandingan. Saya memiliki kebiasaan untuk mencatat, jadi saya melakukannya. Itu adalah kenyataan yang saya hadapi.”

“Saya tidak akan berpura-pura, melakukan satu hal di sini dan kemudian mengatakan sesuatu yang berbeda kepada para atlet,” tambahnya. “Tentu saja saya memiliki harapan, saya manusia biasa juga.”

Brasil tegang karena bertanding di kandang

“Pernah menang melawan Argentina tidak memberi kami kredit sekarang. Yang penting adalah saat ini saja. Tetapi antisipasi yang saya rasakan saat itu sama dengan yang saya rasakan sekarang,” lanjutnya lagi melalui Fox Sports.

Scaloni, di sisi lain, terdengar lebih santai dari biasanya. Ditanya apakah dia sulit tidur juga, ia berkata: “Saya sudah pernah merasakan hal seperti itu, tapi bukan karena saingan kami.”

“Bagi dia pertandinga karena terjadi di rumahnya, rakyatnya, ada keadaan yang berbeda. Bagi kami laga itu bisa memberi kami akses ke final,” lanjut Scaloni. “Jika semifinal ini bertentangan dengan tim lain rasanya pasti akan sama. Saya tidak percaya mengalahkan mereka adalah hadiah bagi kami.”